0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Fadli Zon Berharap Literatur Keris Diperbanyak

Fadli Zon (foto: Ichsan Rosyid)

Solo – Literatur tentang keris nusantara dinilai masih sangat minim. Hal ini sangat disayangkan mengingat keris sudah diakui sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia. Buku-buku tentang keris diperlukan sebagai referensi bagi mereka yang berminat di dunia perkerisan.

“Ada Kolektor keris di Polandia dan Ukraina mereka mengeluhkan sulitnya mencari literatur tentang keris,” kata Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia, Fadli Zon saat memberi sambutan di acara Keris Fest 2017 di Kampus II Intitut Seni Indonesia (ISI) Solo, Mojosongo, Sabtu (25/11).

Ia tak menampik bahwa saat ini sudah ada buku-buku yang mengulas tentang keris sudah bermunculan. Bahkan sudah ada ensiklopedi keris yang cukup komprehensif. Namun bahan-bahan referensi itu dirasa masih kurang.

Kebanyakan buku-buku tentang keris hanya membahas keris secara global. Padahal, banyak aspek yang bisa diulas dari senjata warisan nusantara itu. Mulai dari teknik pembuatan, tangguh (periodisasi), klasifikasi, dan lain sebagainya.

“Harapannya bisa lebih tematik. Kan ada Keris Madura, Keris Bali, Keris Palembang. Macem-macem,” kata dia.

Referensi yang memadai akan melengkapi deskripsi dan narasi tentang keris. Hal itu akan memberikan kemudahan bagi para peminat keris pemula. Lebih lanjut, hal itu akan menimbulkan rasa aman bagi para kolektor.

“Jadi orang mau mengoleksi tidak ragu lagi. Jangan-jangan ini keris baru tapi dibuat seolah-olah kuno,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge