0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Otak Charles Manson Dibedah Untuk Penelitian?

Charles Manson. (dok: timlo.net/ tmz.com)

Timlo.net—Charles Manson meninggal di usia 83 minggu lalu setelah dilarikan ke rumah sakit dari Corcoran State Prison, California, Amerika Serikat (AS). Dia menjalani beberapa hukuman seumur hidup setelah dinyatakan bersalah karena konspirasi pembunuhan pada 1971. Charles adalah pemimpin dari “Manson Family”, sebuah kelompok kultus di balik pembunuhan brutal tujuh orang. Salah satu korban adalah aktris dan istri sutradara Hollywood Sharon Tate. Istri Roman Polanski itu sedang hamil saat dibunuh pada 1969.

Charles tidak pernah mengakui alasan sebenarnya dari pembunuhan itu. Tapi dipercaya dia ingin memulai perang ras di AS. Dia menyebut visinya itu sebagai “Helter Skelter”, berdasarkan lagu Beatles. Tapi sekarang, masyaraka bisa lebih memahami pikiran pembunuh gila itu. Tubuhnya bisa disumbangkan untuk penelitian medis jika cucu prianya tidak bisa mengambil jenasahnya.

Jason Freeman, 41, dianggap sebagai kerabat terdekat Charles yang masih hidup. Ayahnya, Charles Manson Jr adalah hasil hubungan Charles dengan istri pertamanya, Rosalie. Ayah Jason bunuh diri pada 1993 karena tidak tahan dengan reputasi kejahatan ayahnya.

Jason berkata jika dia hanya pernah berbincang dengan kakeknya itu lewat telepon. Dia sekarang mencoba mengklaim jenasah sang kakek. Dia bahkan membuat halaman GoFundMe untuk membayar biaya pemakaman. Tapi halaman itu segera dihapus oleh GoFundMe. Sumbangan dalam halaman itu sempat mencapai jumlah $979.

Jika Jason tidak bisa mengumpulkan uang yang diperlukan untuk pergi ke California dan mengambil jenasah Charles dalam 10 hari ke depan maka jenasah itu akan dianggap tidak diklaim. Hal ini berarti jenasah Charles bisa dikirim ke sebuah sekolah medis untuk demi keperluan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Hal ini berarti para ilmuwan bisa membedah kepala Charles dan meneliti otaknya, tulis Daily Star.

Tanya D. Marsh, seorang profesor hukum dari Wake Forest University dan ahli pemakaman berkata, “Saat seseorang meninggal di negara bagian itu tanpa aset apapun, yang merupakan kondisi Manson, hukum lain berlaku. Dalam kasus itu, negara memiliki hak untuk mengirim jenasah ke sebuah sekolah medis, sekolah chiropractic atau sebuah program ilmu pemakaman untuk digunakan demi tujuan ilmiah atau edukasi.” Tapi dia berkata karena Charles meninggal di penjara, belum bisa dipastikan ke mana jenasahnya akan dikirim.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge