0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Para Peneliti Temukan Obat Kebotakan?

Kebotakan. (dok: timlo.net/reportshealthcare.com )

Timlo.net—Sebuah penelitian baru dari Korea Selatan berhasil menguji sebuah hormon penumbuh rambut pada tikus. Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Kang-Yell Choi dari Yonsei University, Seoul, Korea Selatan itu menciptakan sebuah biokimia baru. Zat itu diuji pada tikus selama 28 hari dan memicu regenerasi dan pertumbuhan rambut baru.

Biokimia itu disebut “PTD-DBM” bekerja dengan cara mencegah persatuan dua protein. Dua protein itu adalah CXXC-type zine finger protein 5, dan protein kusut. Jika keduanya bersatu, maka jalur di dalam tubuh yang mengatur regenerasi kantong rambut dan penyembuhan luka terhambat.

PTD-DBM mencegah kedua pengganggu ini supaya tidak mengganggu regenerasi rambut sehingga bisa berjalan secara normal. Saat para peneliti mengkombinasikan penggunaan PTD-DBM dengan valproic acid, rambut tumbuh lebih cepat, tulis Indy100.com.

“Kami telah menemukan sebuah protein yang mengontrol pertumbuhan rambut dan mengembangkan sebuah zat baru yang mendorong regenerasi rambut dengan mengkontrol fungsi protein itu. Kami berharap jika zat yang baru dikembangkan itu tidak hanya bisa merawat rambut rontok tapi juga meregenerasi jaringan kulit yang rusak,” ujar Kang-Yell Choi.

Menurut LadBible, langkah berikutnya adalah mengecek jika PTD-DBM memiliki efek samping yang beracun. Penelitian ini dilakukan berdasarkan penelitian dari the University of California, Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Penelitian itu berhasil mengidentifikasi sebuah cara baru untuk mengaktifkan sel induk yang mendorong pertumbuhan rambut.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge