0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Mahasiswa UNS Menang Putaran Nasional INC 2017

Diah Rahma Kusumaningrum (2015) dan Thomas Sudarso (2015) peraih champion (foto: Tyo Eka)

Solo – Dua mahasiswa fakultas hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi champion pada Putaran nasional kompetisi negosiasi internasional (INC) & kompetisi konsultasi klien internasional (ICCC) 2017 yang diadakan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tanggal 20-22 Nopember 2017. Acara terdiri dari putaran nasional untuk kompetisi negosiasi internasional (INC) dan kompetisi konsultasi klien internasional (ICCC).

“Delegasi Fakultas Hukum UNS untuk kompetisi INC yang beranggotakan Diah Rahma Kusumaningrum (mahasiswa angkatan tahun 2015) dan Thomas Sudarso (mahasiswa angkatan tahun 2015) berhasil menjadi Champion dalam putaran nasional INC 2017,” ungkap Diah Rahma Kusumaningrum kepada wartawan, di Kampus UNS, Solo, Jumat (24/11).

Diah mengemukakan, pada kompetisi ini delegasi dari FH UNS mengirimkan masing-masing satu tim INC dan satu tim ICCC. Putaran nasional untuk INC diikuti oleh 4 tim yakni tim A, B, C, D, sedangkan untuk kompetisi ICCC terdapat 3 tim yakni tim X, Y dan Z. Delegasi Fakultas Hukum UNS untuk kompetisi INC yang beranggotakan Diah Rahma Kusumaningrum dan Thomas Sudarso berhasil menjadi Champion dalam putaran nasional INC 2017.

“Pada pertengahan tahun 2018 akan mewakili Indonesia pada International Round of INC 2018 bertempat di University of Cardiff, Wales, UK,” ungkapnya.

Menurut Diah, Kompetisi Negosiasi Internasional (International Negotiation Competition/INC) adalah kompetisi mahasiswa hukum sejak tahun 1998 yang digelar oleh Komite Eksekutif INC, di mana tim yang terdiri dari dua mahasiswa hukum yang mewakili sebuah partai / klien menegosiasikan transaksi internasional atau penyelesaian perselisihan internasional dengan tim lawan. Tim dari seluruh dunia akan bertemu satu sama lain dan para hakim. Panel juri terdiri dari pengacara, pebisnis dan profesor terkemuka dari negara-negara peserta.

Kompetisi ini berskala internasional, kata Diah, dengan tim-tim yang berpartisipasi secara reguler diantaranya dari Australia, Kanada, Denmark, Inggris dan Wales, Jerman, India, Irlandia, Jepang, Selandia Baru, Irlandia Utara, Puerto Riko, Rusia, Skotlandia, Singapura, Korea Selatan, Swiss dan Amerika Serikat.

Adanya kompetisi ini, menurut Diah, dapat membuka jalur bagi mahasiswa FH UNS untuk tertarik dalam proses-proses penyelesaian sengketa non-litigasi, karena kembali lagi, seperti yang telah kita pelajari bersama bahwa Indonesia tidak hanya menganut satu sistem hukum namun mengaplikasikan kedua sistem yaitu Eropa Continental/Civil Law dan Anglo Saxon/Common Law.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge