0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Konsumsi Listrik Tambang Bitcoin Lebih Dari Konsumsi 20 Negara Eropa

Alat tambang bitcoin Samsung. (dok: timlo.net/ ubergizmo. )

Timlo.net—Mata uang virtual Bitcoin mengalami perjalanan yang luar biasa tahun ini. Tidak hanya harganya yang semakin tinggi, kebutuhan Bitcoin akan listrik juga semakin bertambah. Menurut sebuah pemberitaan baru, penambangan Bitcoin saat ini perlu lebih banyak listrik dari kebutuhan listrik 20 negara di Eropa. Pemberitaan ini berasal dari penelitian dari Inggris. Para peneliti melihat jumlah penggunaan listrik total yang diperlukan untuk menambang Bitcoin.

Tidak ada tambang fisik di mana komputer digunakan untuk menambang mata uang itu. Penambangan Bitcoin mengacu pada proses komputasi yang dilakukan supaya transaksi terus berjalan. Hanya ada tiga negara di seluruh benua Afrika yang saat ini mengkonsumsi listrik lebih besar dibandingkan penambangan Bitcoin. Ketiganya adalah Afrika Selatan, Aljazair dan Mesir.

Perkiraan konsumsi listrik tahunan untuk penambangan Bitcoin saat ini sekitar 29,05 Twh. Angka ini sekitar 0,13 persen dari konsumsi listrik di seluruh dunia, tulis Ubergizmo. Perlu disebutkan juga dalam penelitian jika konsumsi listrik untuk tambang Bitcoin naik hampir 30 persen pada bulan lalu. Jika kebutuhan listrik untuk mata uang ini terus naik, konsumsi listrik Bitcoin secara global akan mengalahkan persediaan listrik di Inggris pada Oktober 2019.

 

 

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge