0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tujuh Perusahaan Tertarik Berinvestasi di Jawa Tengah

Suasana acara CJIBF di Solo Paragon Mall (timlo.net/setyo pujis)

Solo –Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggelar kegiatan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) di Solo Paragon, Kamis (23/11). Dalam CJIBF itu, sedikitnya ada tujuh perusahaan yang menandatangani letter of intens (LoI) untuk menanamkan modal di Jawa Tengah.

“Dari tujuh perusahaan yang menandatangani LoI itu, rencana nilai investasinya mencapai Rp 1,03 Triliun,” ujar Kepala BKPM, Thomas Lembong kepada wartawan.

Menurutnya, minat investasi yang disampaikan oleh ketujuh investot tersebut cukup beragam. Diantaranya adalah sektor properti, migas, industri garmen, pariwisata, pendidikan serta pergudangan. Bahkan tidak hanya investor dari dalam negeri,  dalam kegiatan CJIBF itu lanjut dia turut pula dihadiri oleh investor dari delapan Negara, seperti Tiongkok, Jerman, Malaysia,Australia, Singapura, india, Amerika Serikat dan Korea Selatan.

“Minat yang disampaikan tentu positif dan menjadi tugas bersama baik pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan bahwa minat tersebut dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

Dari catatan minat investasi yang ada, lanjut Thomas, enam perusahaan merupakan penanaman modal dalam negeri. Sementara satu perusahaan di sektor garmen merupakan penanaman modal asing asal Korea Selatan dengan nilai rencana investasi Rp 100 Miliar.

“Selain itu, terdapat satu LoI asset antara dua perusahaan swasta nasional dengan estimasi nilai investasi sebesar Rp 2 Triliun untuk disektor pariwisata yakni obyek wisata Penggaron-Jateng Park,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge