0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Diduga Ada Penebangan Liar, Perhutani Dituding Kongkalikong

(Ilustrasi) Penebangan kayu (dok.timlo.net/ist)
Wonogiri — Diduga adanya aksi penebangan liar diwilayah hutan milik Perhutani, tepatnya di kawasan Eromoko KPH Baturetno, LSM Jerat Wonogiri angkat bicara. Bahkan LSM ini menuding adanya oknum Perhutani yang “kongkalikong” saat proses pelelangan kayu.
“Kegiatan Perhutani itu dikatakan sebagai penjarangan, tapi ujung-ujungnya penebangan liar karena tanaman produktif ikut dibabat habis,” ungkap Ketua LSM Jerat Wonogiri, Hartono, Rabu (22/11).
Dijelaskan, dugaan itu bukanlah tidak berdasar. Pihaknya selama ini sudah banyak menerima aduan dari masyarakat sekitar hutan terkait aksi penebangan kayu di hutan kawasan Eromoko KPH Baturetno. Selain itu, Hartono juga mempertanyakan proses lelang kayu jenis sonokeling di Eromoko dinilai tidak sesuai prosedur. Dia menuding adanya oknum Perhutani ikut bermain atau kongkalikong dengan pengusaha kayu.
Menurut Hartono, dari hasil investigasinya, penebangan kayu hutan jenis sonokeling hanya yang masuk klasifikasi A2 dan A3. Namun tak sedikit pohon yang masuk klas A1 (sedang) dengan lingkar antara 14-19 centimeter ikut pula ditebangi. Dia menyebut, penebangan liar kayu A1 yang 5-6 rit tersebut jika dinominalkan senilai ratusan juta rupiah.
“Saya sudah klarifikasi kepada mandor hutan Eromoko. Dia mengakui kalau uang hasil penjualan kayu A1 itu untuk biaya operasional kegiatan. Itu kan nyeleneh dan tidak lazim. Bukannya sudah ada anggaran Perhutani, mangapa cari sumber lain? Sepengetahuan saya pelaksanaan lelang kayu itu dilakukan di kantor Perhutani bukan di TKP penebangan,” bebernya.
Sementara itu, Mandor Perhutani Eromoko Agus dan Asper KPH Baturetno Sulhadi saat dikonfirmasi awak media belum berkenan memberikan keterangan terkait tudingan LSM Jerat tersebut.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge