0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Santri Ponpes di NTB Doakan Presiden Jokowi Terpilih Lagi

Presiden Jokowi berkunjung ke NTB (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia mengunjungi Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani (NW) di Kecamatan Suralaya, Kamis (23/11).

Begitu tiba, Jokowi disambut oleh keluarga besar pengasuh pondok yakni Ketua YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, Hj Sitti Raihanun Zainuddin dan Sekretaris YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, KH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani. Para santri mendoakan Jokowi kembali terpilih lagi menjadi Presiden.

Ia bertemu pengasuh dan pimpinan pondok pesantren selama 30 menit, kemudian Jokowi langsung mendatangi Masjid Pondok Pesantren NW yang telah dipenuhi ribuan santri dan santriwati.

Doa bersama pun digelar dengan dipimpin Sekretaris YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, KH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani.

Lalu Gede juga yang mendoakan agar Presiden Jokowi kembali terpilih untuk periode kedua pemerintahannya dan diaminkan oleh ribuan santri yang hadir.

Tidak tampak reaksi berarti yang dari Jokowi begitu doa tersebut dipanjatkan. Terlihat ia tetap dengan khusyuk turut serta berdoa. Di sisi barisan kiri Jokowi tampak Gubernur NTB TGB Zainul Majdi.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia adalah negata besar dengan penduduk 258 juta jiwa, memiliki 700 suku, dan 1.100 bahasa daerah.

“Oleh sebab itu saya mengajak mari kita semua untuk terus menjaga karena 87 persen penduduk Indonesia adalah muslim dan Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Inilah yang harus kita jaga, harus kita rawat persaudaraan kita, persatuan kita, ukhuwah wathaniyah kita harus kita rawat,” tuturnya.

Jokowi menyempatkan diri untuk berdialog dengan para santri, memberikan pertanyaan, dan menghadiahkan tiga sepeda kepada santri yang bisa menjawab pertanyaan sederhana dan melafalkan Pancasila. Pun ia berjanji akan datang kembali ke pesantren tersebut pada Maret 2018.

Pesantren itu dirintis oleh kakek dari Gubernur NTB Zainul Majdi, namun terpecah menjadi dua kepengurusan hingga saat ini. [rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge