0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sulitnya Budidaya Lebah Jawa

Budidaya tawon jawa yang langka dan hampir punah (foto: Nanin)

Boyolali – Keberadaan lebah jawa belakangan ini mulai langka. Lebah Jawa yang memiliki masa hidup 80 hari dan hidup liar di hutan, sulit dibudidayakan. Namun di Boyolali Kota, seorang guru nekat melestarikan lebah jawa dengan membudidayakan di pekarangan rumahnya.

“Kita coba lestarikan dengan budiya, awalnya sulit,” kata Sri Mardiyati, memulai cerita perjuanganya membudidayakan lebah jawa, Rabu (22/11).

Budidaya lebah jawa sendiri dilakukan sejak lima tahun dipekarangan rumahnya seluas 4.000 meter persegi. Di pekarangan tersebut terdapat 100 kotak yang digunakan untuk sarang lebah jawa. Meski tergolong sulit dibudidayakan, lebah jawa ini biasa mencari makan sendiri.

“Kalau lebah madu kan harus diberi makan cairan gula, tapi lebah jawa mencari makan sendiri,” lanjutnya.

Beruntung, di sekitar pekarangan rumahnya terdapat tanaman yang menghasilkan makanan bagi lebah jawa. Seperti pohon mangga, jagung dan jambu. Sedangkan untuk panen, biasa dilakukan empat bulan sekali.

Namun hasil panen sengaja tidak dijual ke toko-toko. Biasanya pembeli akan datang langsung ke rumahnya.

“Masa hidup lebah ini hanya 80 hari, produksi madunya sangat sedikit, kalau dijual ke toko-toko, kita belum mampu produksi banyak,” ujarnya.

Sedangkan kendala yang dihadapi, adalah semut, cicak dan serangga yang lebih besar. Selain itu, usai dipanen, lebah jawa ini kadang tidak kembali ke sarangnya.

“Lebah pergi dan tak kembali ke sarangnya, ini sering saya alami,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge