0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Google Doodle Rayakan Hari Kimchi di Korea

Google Doodle Kimchi Day. (dok: timlo.net/google. )

Timlo.net—Hari Rabu (22/11) jika para pengguna menggunakan Google untuk melakukan pencarian, mereka akan melihat doodle. Bila pengguna mengarahkan mouse ke doodle itu akan terlihat tulisan “Celebrating Kimchi”.

Rupanya, hari ini adalah Hari Kimchi di Korea Selatan. Menurut Google dalam halaman resmi mereka, hari ini merupakan hari penting dalam penciptaan makanan khas Korea itu. Mengasinkan kimchi hari ini dikatakan menolong makanan itu mencapai potensi rasa yang sepenuhnya.

Kimchi yang difermentasi dimasukkan ke dalam onggi (periuk tanah liat). Lalu kimchi ditambahkan kubis napa, daun bawang, saos ikan, bubuk paprika merah, tepung beras, garam, jahe, lobak, wortel dan bawang putih. Kimchi disukai di seluruh dunia dan biasanya dimakan dengan sumpit. “Doodle hari ini merayakan setiap bahan makanan yang masuk ke dalam untuk membuat kimchi yang sangat lezat,” tulis Google.

Kimchi diperkirakan dibuat di Korea sejak 2600-3000 tahun lalu. Pada abad ke-18, Kimchi mulai dibuat dengan lombok. Karena perbedaan dalam berbagai resep daerah, ada ratusan jenis kimchi berbeda di Korea. Sebagian besar rumah tangga di negara itu bahkan memiliki kulkas terpisah untuk kimchi.

Makanan ini dibuat dalam jumlah besar selama November hingga Desember. Selama dua bulan ini, kimjang (proses membumbui kimchi) dilakukan sebagai persiapan untuk musim dingin. Selama kimjang, kubis dijadikan acar dan dipotong kecil-kecil, lalu direndam dalam air asin selama semalam. Lalu, yangnyum (lobak yang dilumuri bubuk cabe) dicampur dengan bahan-bahan seperti daun bawang, dropwort, daun mustar, jahe, bawang putih dan udang atau teri fermentasi. Untuk melengkapi proses ini, kubis yang diacar dicampur dengan yangnyum dan disimpan hingga siap dimakan.

Selama masa ini, anggota keluarga dan tetangga berkumpul di dapur untuk masak bersama, bertukar resep dan berbagi cerita. Kimjang sendiri masuk ke dalam daftar UNESCO sebagai warisan budaya tidak berwujud. Kimjang menciptakan momen bahagia dan mendorong hidup secara harmonis dengan alam.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge