0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Upacara Mondosiyo di Candi Cetho

(Warga Dusun Cetho berkumpul di pelataran Candi Cetho dalam upacara adat Mondosiyo. (Foto:Raymond))

Karanganyar – Ratusan warga Dusun Cetho, Desa Gumeng, Jenawi mengikuti upacara adat Mondosiyo di pelataran Candi Cetho, Selasa (21/11). Mereka mengikuti prosesinya pada Wuku Mondosiyo bertepatan Selasa kliwon.

“Upacara ini memperingati hari kelahiran Ki Ageng Krincing Wesi, yakni leluhur warga Desa Cetho, pada wetonnya Selasa Kliwon Wuku Mandasiya. Jadi, setahun dua kali. Seluruh warga dusun ini tak pernah melewatkannya,” kata tokoh adat Dusun Cetho, Sunardi.

Mengawali upacara adat ini, sekitar 150 keluarga berkumpul di pelataran Candi Cetho dengan membawa uba rampe berupa tumpengan komplit lauk pauknya. Tokoh spiritual lalu memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk keselamatan dan kesejahteraan warga serta mendoakan arwah nenek moyang. Seluruh masyarakat dusun itu mengikuti ritualnya tanpa memandang perbedaan agama.

“Warga di sini tak hanya memeluk Hindu, tapi juga Kristen dan muslim. Namun, semua yakini upacara adat milik mereka yang hidup turun temurun memegang teguh adat dan tradisi,” katanya.

Usai prosesi doa, warga membawa pulang kembali tumpengan. Uniknya, makanan itu saling ditukar.

Di wadahnya tersedia ayam panggang hasil olahan masing-masing keluarga itu. Jenisnya pun sama, yakni ayam jawa. Selain menyantapnya di rumah, sebagian meyakini makanan itu telah terberkati, sehingga memakainya sesuai keyakinan masing-masing.

“Warga saling bertukar tumpeng. Media silaturahmi juga. Mempererat kerukunan,” katanya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge