0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkades Doyong Memanas, Satu Orang Jadi Korban Pemukulan

ilustrasi (merdeka.com)

Sragen – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Doyong situasi sempat memanas. Salah satu warga setempat, Teguh Trihadi (40) menjadi korban penganiayaan yang dilakukan dari pendukung salah satu calon kepala desa (Cakades) Doyong, hanya lantaran memasang gambar di depan Posko Cakades lainnya.

“Akibat penganiayaan tersebut, korban Teguh Trihadi mengalami luka pada bagian mata sebelah kanan dan harus di rawat di rumah sakit dr Moewardi Solo,“ kata Kapolsek Miri, AKP Fajar Nur Ikhsanudin, mewakili Kapolres Sragen Arif Budiman, Senin (20/11).

Fajar mengungkapkan, kejadian tersebut berawal saat korban Teguh Trihadi,  yang juga simpatisan dari Cakades nomor urut 1 atas, Sri Widyastuti, bersama pendukung lainnya memasang tanda gambar jagonya di depan rumah yang dijadikan sebagai posko salah satu pendukung pesaingnya, yakni Cakades nomor urut 2, Kus Hendro.

Lantaran tidak terima di depan rumahnya ditempel tanda gambar saingannya, Nugroho (36), kemudian menegur Teguh Trihadi dan teman-temannya untuk tidak sembarangan memasang tanda gambar di depan rumahnya.

Namun teguran tersebut tak digubris oleh korban, sehingga terjadi percecokan. Karena merasa tidak dihargai, Nugroho kemudian memukul Teguh dan temannya dengan menggunakan benda tumpul.

Akibat pemukulan itu mata sebelah kanan korban mengalami luka serius, hingga harus mendapat perawatan di Rumah Sakit dr Moewardi Solo.

Sementara pelaku penganiayaan, Nugroho telah ditetapkan sebagai tersangka  penganiayaan sebagaimana dimaksud Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Pelaku juga telah dilakukan penahanan di Mapolsek Miri untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge