0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ferry: 5.000 Sengketa Agraria di Indonesia Tidak Terselesaikan

Diskusi publik agraria IMM UMS (timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar diskusi publik dengan tema reformasi agraria dan nasib petani. Pasalnya, selama ini reformasi agraria dinilai sebatas bagi-bagi sertifikat saja dan tidak menyasar kepada persoalan di masyarakat.

“Ada tiga poin yang menjadi sorotan kami, petani, nelayan dan buruh, di mana petani kita dalam kondisi tidak baik-baik saja, karena ada sejumlah kasus yang belum terselesaikan. Dan reformasi agraria sampai saat ini belum dilaksanakan sampai grassroat,” kata Ketua DPD IMM Jawa tengah, Abdul Wahid, Senin (20/11).

Sementara itu, Ketua Dewan Tani Indonesia Ferry Juliantono mengatakan masih ada sekitar 5000 kasus sengketa agraria yang belum terselesaikan. Sedangkan pemerintah sendiri dinilai masih cenderung menggunakan pola lama, dengan upaya represif untuk menangani kasus agraria tersebut.

Dan untuk menyelesaikan kasus sengketa pertanahan yang selalu mengorbankan rakyat kecil dinilai perlu adanya sinkronisasi hukum pertanhan dengan hukum adat pertanahan. Selain itu, juga perlu dilakukan upaya pendekatan dan penataan ulang regulasi tentang pertanhan seperti, koefisien kepemilikan lahan dan konversi tanah.

“Di Indonesia ini masih banyak hukum adat yang mengatur tentang pertanahan seperti di Sumatra dengan hukum nagari, hukum waris dan di Papua juga mesti terakomodir di UU Agraria. Selain itu persoalan yang terjadi adalah koefisien kepemilikan lahan yang dapat memicu ketidak adilan serta konversi lahan indsutri yang tidak sesuai,” tandas bakal calon Gubernur Jateng dari Partai Gerindra tersebut.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge