0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

9 WNA Diamankan, Perusahaan Klaim Hanya Sebatas Survei

Sembilan warga China diamankan petugas gabungan (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Keberadaan sembilan warga negara asing (WNA) asal China yang disoal, diklaim hanya sebatas survei pekerjaan awal pada tahapan proyek pembangunan perumahan di Wonogiri dan bukan sebagai tenaga kerja. Pihak PMA (PT Turangga Karya Internasional) mengakui jika hal itu hanyalah masalah keterlambatan pada sisi prosedural saja.
“Mereka bukan bekerja di sini dan kami tidak menggajinya. Warga China itu hanya sebatas survei pada proses pengerjaan awal proyek perumahan yang akan kita bangun di Wonogiri ini sebanyak 140 unit tipe 36/72 meter persegi di Desa Bululusur,Wonogiri,” beber Direktur PT Turangga Karya Internasional, Faturohman Nugroho di Wonogiri, Senin (20/11).
Perusahaannya, kata Faturohman, disebut sebagai suport dari sisi finansial dan teknologi bagi developer lokal asal Magelang tersebut. Dirinya juga mengakui jika perusahaan miliknya tersebut merupakan kongsi dengan pemodal asing asal Negeri Tirai Bambu tersebut. Dia menyatakan, jika pemodal di tubuh perusahaannya, 50 persen sahamnya dimiliki oleh pengusaha asal China.
“Kita di sini menyuport pendanaan dan teknologi pada mitra lokal. Jadi ,soal perijinan dan segala macemnya yang ngurus developer lokal.Kan banyak mitra lokal yang tidak berani mengerjakan perumahan subsidi yang terbilang biaya mahal dan marginnya minim ini,” kata dia.
Kedatangan mereka (warga China), kata Faturohman, atas pembiayaan oleh sponsor dari China. Mereka merupakan tenaga ahli yang sengaja dikirim oleh para supleyer dan enginer. Menurut dia, biaya pembangunan rumah murah itu sendiri jika dihitung-hitung memakan biaya besar, sedang margin keuntungannya sangat kecil. Sehingga,dengan adanya survei para ahli asal China tersebut dapat dijadikan acuan untuk menekan biaya dengan cara pemanfaatan limbah bangunan sebagai salah satu material bangunan.
“Setelah survei selesai mereka akan kembali lagi ke China,” kilahnya.
Faturohman mengakui, jika semua ini ada kesalahan di sisi prosedural. Dirinya menyebut, proyek perumahan itu juga membantu  salah satu program pemerintah pusat yakni program satu rumah murah. Pihaknya ingin program awal itu tetap berjalan di Wonogiri.
“Pada intinya kami ada keterlambatan dalam hal prosedural dan kami mengakui bersalah. Langkah selanjutnya kami serahkan kepada pemerintah soal sembilan warga China. Kalau toh tidak diperbolehkan tinggal di sini tidak masalah, yang penting proyek ini terus berjalan,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge