0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Setya Novanto Minta Perlindungan, Jokowi: Ikuti Proses Hukum

Presiden Jokowi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua DPR itu heran kenapa dijebloskan langsung ke Rutan KPK.

Bahkan, Novanto menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Kapolri. Merespons permintaan perlindungan tersebut, Presiden Jokowi enggan berkomentar. Dia kembali meminta agar Ketua Umum Partai Golkar tersebut menjalani proses hukum yang berlaku.

“Saya kan sudah menyampaikan pada Pak Setya Novanto untuk mengikuti proses hukum yang ada! Sudah,” kata Jokowi usai menghadiri Pembukaan Simposium Nasional 2017 di Balai Kartini, Jakarta, Senin (20/11).

Seperti diketahui, meminta perlindungan ke Presiden, Kapolri hingga Jaksa Agung disampaikan oleh Setya Novanto usai menjalani pemeriksaan ke KPK. Hal ini disampaikan saat ditanya apa langkah yang akan diambil olehnya usai dipindahkan ke rutan KPK.

“Saya sudah melakukan langkah-langkah dari mulai melakukan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) di Kepolisian dan mengajukan surat perlindungan hukum kepada Presiden, maupun kepada Kapolri, Kejaksaan Agung, dan saya sudah pernah praperadilan,” kata Setnov yang memakai rompi oranye.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga tak menyangka dijebloskan ke tahanan KPK. Padahal, dia mengklaim kondisinya masih belum pulih akibat kecelakaan.

“Dan saya tadi juga tidak menyangka bahwa malam ini saya pikir masih diberi kesempatan untuk ‘recovery’,” katanya.

Setya Novanto ditahan selama 20 hari terhitung 17 November sampai 6 Desember di Rutan Negara Kelas 1 Jakarta Timur Cabang KPK. Novanto adalah tersangka kasus korupsi KTP Elektronik yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun. [eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge