0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tol Soker Pakai Sistem Tertutup, Apa Artinya?

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo Bandoe Widiarto (kiri), ​Direktur Keuangan PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) Yudhi Mahyudin​ (kanan) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Tol Solo Kertosono akan menerapkan pembayaran elektronik dengan sistem tertutup. Dengan sistem tersebut, tarif tol dapat dikenakan berdasarkan jarak. Hal ini dipilih dengan pertimbangan aspek keadilan.

“Pertimbangannya ini kan jaraknya jauh sekali jadi supaya berkeadilan aja,” kata Direktur Keuangan PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) Yudhi Mahyudin saat ditemui di sela acara Sosialisasi Rencana Pelaksanaan Pembayaran Non-Tunai di Jalan Tol Soker di gelaran Car Free Day, Minggu (19/11).

Dengan sistem tertutup, pengguna jalan tol harus menempelkan kartu saat memasuki pintu tol dan saat keluar. Saat kartu di-tap di pintu masuk, sistem akan merekam kelas kendaraan, identitas gerbang masuk, serta membuka pintu tol. Selanjutnya saat melewati pintu keluar, pengguna kembali menempelkan kartu ke pintu.

“Saat keluar baru saldonya dipotong berdasarkan perhitungan jarak pintu masuk dan keluarnya,” Manager Operasional PT SNJ, Imam Zarkasih.

Dengan sistem ini, pengguna hanya membayar sesuai dengan jarak yang ia pakai. Lain halnya dengan sistem terbuka di mana diterapkan merata tanpa mempertimbangkan jarak. Sistem tol terbuka biasanya diterapkan di jalan-jalan tol jarak pendek seperti tol dalam kota.

“Misalnya Tol Semarang A, B, C, Tol Jagorawi, dan tol-tol di Jakarta,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tol Solo Kertosono mencanangkan pembayaran secara elektronik, 1 Oktober lalu. Sejak saat itu, PT SNJ selaku pemegang Konsesi Tol Soker gencar mensosialisasikan program elektronifikasi tol bersama kalangan perbankan pada berbagai kesempatan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge