0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tol Soker Beroperasi Januari 2018

​(dari kiri) Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo Bandoe Widiarto, ​Direktur Keuangan PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) Yudhi Mahyudin, dan Kepala Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solo Teguh Prakosa memperagakan cara pembayaran pintu tol dengan uang elektronik saat Sosialisasi Rencana Pelaksanaan Pembayaran Non-Tunai di Jalan Tol Soker di gelaran Car Free Day, Minggu (19/11) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Tol Solo-Kertosono (soker) dijadwalkan rampung Desember tahun ini. Tol yang dibangun sejak tahun 2015 itu ditargetkan beroperasi Januari 2018 setelah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Awal tahun 2018 nanti kita akan operasikan secara penuh,” kata Direktur Keuangan PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) Yudhi Mahyudin saat ditemui di sela acara Sosialisasi Rencana Pelaksanaan Pembayaran Non-Tunai di Jalan Tol Soker di gelaran Car Free Day, Minggu (19/11).

Pembanguna fisik sendiri saat ini sudah hampir selesai. Bahkan Tol Soker sudah digunakan dua tahun ini digunakan sebagai jalur alternatif untuk arus mudik dan balik selama lebaran. Hanya saja, masih ada beberapa fasilitas pendukung seperti jembatan penyeberangan (overpass) sebagai akses warga sekitar jalan tol yang belum selesai dibangun.

“Ada kurang lebih 27 overpass yang belum selesai,” kata dia.

Tol sepanjang 178,6 km itu dibangun oleh dua perusahaan yaitu PT SNJ dan PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) yang juga berperan sebagai pemegang konsesi operasional Tol. SNJ mengelola ruas Solo – Ngawi sepanjang 90,25 km. Sementara PT NKJ memegang ruas Ngawi – Kertosono sepanjang 80,35 km. Meski dikelola dua perusahaan berbeda, Yudhi mengatakan operasional Tol Soker nantinya kan diluncurkan penuh dari pintu Kartosuro hingga Kertosono.

“Kita memang beda perusahaan tapi masih satu pemilik,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge