0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Raperda Sistem Kesehatan Daerah Soroti Jajanan Sekolah

Ketua Pansus Raperda SKD DPRD Solo, Paulus Haryoto (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo —  Jajanan sekolah menjadi salah satu faktor yang paling disorot dalam public hearing terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sistem Kesehatan Daerah (SKD). Pasalnya, pengawasan terhadap jajanan sekolah dinilai masih lemah.

“Terkait masalah jajanan sekolah memang menjadi salah satu sorotan. Tapi jangan khawatir semua sudah tertampung dalam draft Raperda Pasal 79 dan Pasal 82,” terang Ketua Pansus Raperda SKD DPRD Solo, Paulus Haryoto, Sabtu (18/11) siang.

Sejauh ini, kata Paulus, Raperda yang diajukan ke Gubernur beberapa waktu lalu telah diterima. Dalam hal ini tidak banyak revisi dari Gubernur terkait dengan draft Raperda yang telah disusun anggota Pansus.

“Hanya saja ada satu persoalan yakni mengenai pengaturan SDM khususnya tenaga medis,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda SKD YF Sukasno mengaku, memang jajanan sekolah menjadi masukan yang menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya selama ini pengawasan jajanan pasar kurang pemantauan di lingkungan masyarakat.

”Selain karena memang keterbatasan tenaga pengawas, Dinas Kesehatan Kota (DKK) juga kesulitan melakukan pemantauan tanpa masuknya laporan dari masyarakat,” jelasnya.

Maka dari itu, lanjutnya, salah satu upaya paling mudah yakni melibatkan pengurus Pos Pelayanan terpadu (Posyandu), Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) hingga Puskesmas untuk pelibatan ini. Hanya saja mereka memang terbatas pada pengawasan saja, pasalnya untuk penindakan tetap menjadi ranah dari DKK.

”Makanya kalau bisa pihak Posyandu yang melakukan pengawasan, untuk penindakannya dapat dilaporkan pada DKK,” jelas Kasno.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge