0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Elpiji Subsidi Langka Akibat Distribusi Tidak Tepat Sasaran

Manager External Communication PT Pertamina (persero) Arya Dwi Paramita (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Seringnya kelangkaan elpiji subsidi tiga kilogram yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini dianggap akibat dari proses distribusi yang tidak tepat sasaran. Pasalnya, barang subsidi yang seharusnya untuk orang miskin tersebut justru banyak digunakan oleh kalangan mampu untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

“Saat ini elpiji tiga kilogram merupakan bahan bakar termurah di Indonesia. Sehingga membuat masyarakat semakin kreatif dalam memanfaatkan elpiji sebagai bahan bakar, seperti motor, mobil, pompa air, lampu penerangan, genset, laundry, pemanas aspal, industri perikanan, dan lainnya,” ujar Manager External Communication PT Pertamina (persero) Arya Dwi Paramita kepada wartawan, Jumat (17/11).

Karena dianggap salah peruntukan itu, ia mengatakan dari alokasi elpiji bersubsidi sekitar 6,1 juta ton. Hingga September ini jika berdasarkan kuota sudah over sampai dengan satu persen.

Menyikapi itu, pemerintah menurutnya berencana untuk melakukan mekanisme subsidi elpiji tiga kilogram tepat sasaran. Atau hanya hanya akan diberikan kepada rumah tangga miskin, rentan miskin, dan usaha mikro sesuai basis data terpadu dari Kementerian Sosial.

“Untuk mekanismenya masih menunggu dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian ESDM, Ditjen Migas,” jelasnya.

Berdasarkan data dari TNP2K,lanjut Arya segmen usaha mikro ada sekitar 2,3 juta pelaku usaha. Karakteristik usaha mikro yang disubsidi adalah usaha mikro yang dikelola rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan 40 persen terendah (keluarga miskin atau rentan miskin), tingkat pendidikan relatif rendah, barang jualan dan tempat usaha tidak selalu tetap dan umumnya belum akses ke perbankan.

“Oleh karena itu kami berharap, agar penyaluran elpiji subsidi ini dapat tepat sasaran perlu dukungan dari semua pihak baik BPH Migas, pemerintah, masyarakat,” terangnya.

Sementara itu bagi masyarakat yang dianggap mampu secara ekonomi, pihaknya mengaku Pertamina telah memberikan solusi yaitu melalui penggunaan Bright Gas. Dengan varian baru Bright Gas 5,5 kilogram, menurutnya dapat menunjang aktivitas memasak masyarakat lebih aman dan nyaman.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge