0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BPBD Petakan Banjir Berdasarkan Potensi Kerugian

Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Solo, Sumarno (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo melakukan pemetaan potensi bencana banjir. Pemetaan dimulai akhir Oktober lalu dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi puncak musim hujan yang kian dekat.

“Kita sudah turun ke sungai. Tapi baru sebagian (wilayah) saja,” kata Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Solo, Sumarno saat ditemui Timlo.net, Jumat (17/11).

Tim pembetaan BPBD Solo, kata dia, telah menyusuri sejumlah aliran sungai di Solo dari hulu hingga hilir. Salah satunya Kali Pepe mulai dari di wilayah Boyolali. Temuan sementara, tim mendapatkan beberapa titik yang berpotensi menimbulkan masalah.

“Di beberapa titik terjadi pendangkalan, longsoran, dan pohon bambu yang melintang aliran sungai,” kata dia.

Kondisi tersebut tentunya mengurangi kapasitas aliran sungai sehingga meningkatkan potensi banjir. Di samping pemantauan kondisi sungai di hulu, tim juga memetakan potensi banjir di aliran sungai dalam kota.

Untuk mendapatkan peta bencana yang komprehensif, tim tak hanya menghimpun data wilayah rawan banjir namun juga mengkategorikannya berdasarkan potensi kerugian yang mungkin timbul. Hal ini diperhitungkan dari kepadatan penduduk, jumlah perusahaan, hingga aset pemerintah di wilayah yang bersangkutan.

“Jadi kita bisa tahu persis di mana yang kerugiannya paling besar,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge