0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cerita Jokowi Punya Hubungan Dekat dengan Pimpinan Negara Timur Tengah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) (merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan keakrabannya dengan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad bin Khalifa al-Tsani. Hal itu dia ungkapkan saat menerima Pengurus Pusat dan Daerah Al Irsyad Al Islamiyyah di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (16/11).

“Saya sekarang dekat sekali dengan beliau, janjian dengan saya. Jokowi, sekarang manggil saya Jokowi, saya manggil dia juga Emir,” ungkap Jokowi.

Pada 18 Oktober lalu, Emir Qatar memang berkunjung ke Indonesia. Saat mendarat di Jakarta, kata Jokowi, Emir Qatar mengaku sangat kaget. Indonesia tidak seperti yang dibayangkan Emir Qatar sebelumnya.

“Saya tanya, terus yang kamu bayangkan apa Emir? Tapi enggak perlu diceritakan. Saya kaget, karena memang enggak pernah promosikan diri kita sendiri,” ucapnya.

Kepada Emir Qatar, Jokowi kemudian menyampaikan sumber daya alam (SDA) Indonesia yang melimpah. Mulai dari 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, hingga 17.000 pulau. Emir Qatar lalu menjanjikan investasi ke Indonesia.

“Beliau janji, Jokowi, saya akan siapkan tim khusus di Indonesia. Saya juga sampaikan, saya segera siapkan tim besar dari Indonesia untuk menyambut investasi yang diberikan Qatar pada Indonesia,” kata dia.

“Saya sampaikan, kalau mau investasi jangan jauh-jauh, enggak usah ke Eropa, Amerika, karena investasi beliau banyak di sana. Indonesia ini siap menerima investasi dari Qatar,” lanjutnya.

Tidak hanya sampai di situ, Jokowi kemudian mempertanyakan, kenapa Qatar tidak pernah berinvestasi ke Indonesia selama ini. Ternyata, Emir Qatar mengaku tidak mengetahui potensi Indonesia sehingga tak tertarik menggelontorkan investasi.

“Saya sampaikan, kenapa sih enggak pernah menengok Indonesia? Dia balik kepada saya, apa pernah dari Indonesia datang ke Qatar, enggak pernah. Saya juga kaget. Enggak pernah,” jelas Jokowi.

Tak hanya dekat dengan Emir Qatar, Jokowi juga mengaku sangat dengan PM Uni Emirat Arab, Syekh Muhammad bin Rashid Al Maktoum. Saat melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab, Jokowi disambut hangat dan sangat spesial.

“Saya waktu ke Uni Emirat Arab, Syekh Muhammad menjemput saya di depan pintu pesawat, beliau datang langsung dengan mobil beliau sendiri, desetiri beliau sendiri. Langsung saya disuruh naik, silakan presiden Jokowi naik. Saya naik tapi paspampres enggak boleh ikut,” kisahnya.

Di dalam mobil tersebut, Jokowi hanya berdua dengan Syekh Muhammad. Mereka langsung menuju restoran yang berada di Uni Emirat Arab bukan ke Istana Kepresidenan. Namun dalam perjalanan, Jokowi berdecak kagum melihat mobil yang dikendarai Syekh Muhammad.

“Kecepatan mobilnya lebih dari 200 km. Saya sudah waduh, ini bener-bener ini pinternya nyetir atau enggak, saya enggak ngerti. Nyetir ngebut di jalanan yang begitu halusnya. Lebih dari 200 km. Karena mobilnya enggak ada merek, saya cari-cari mereknya, biasanya ada, enggak ada. Enggak ada merek mobilnya. Enggak tahu pesennya di mana juga. Lihat-lihat dari brandnya apa, saya mau tanya juga gengsi,” ujarnya.

Di sela-sela pertemuan, Jokowi banyak bertanya kepada Syekh Muhammad. Jokowi juga meminta masukan dan saran terkait cara membangun bangsa.

“Beliau menyampaikan, Presiden Jokowi, tahun 60 kita ini dari Dubai ke Abu Dhabi masih naik Onta. Tahun 70 dari Dubai ke Abu Dhabi masih naik truk, tapi menginjak tahun 75-80 begitu sangat cepatnya. Dubai-Abu berkembang karena apa karena keterbukaan, karena efisiensi. Beliau menarik begitu banyaknya ekspatriat dari luar, tapi pada tahun-tahun ini hampir 75 persen diambil alih oleh orang-orang kita sendiri,” jelas Jokowi.

[fik]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge