0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gugatan Setya Novanto Dinalai Salah Alamat

Kepala Bagian Humas Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Agung Sampurno (dok.timlo.net/achmad khalik)
Solo — Gugatan yang dilayangkan Ketua DPR/Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto terhadap Direktoral Jendral (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dinilai salah alamat. Pasalnya, pihak Imigrasi hanya menindaklanjuti perintah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengeluarkan surat pencekalan terhadap pria yang akrab disebut Setnov tersebut.
“Kalau kami menilai, kasus ini disebut eror in persona atau salah dalam pengajuan gugatan. Kami hanya diperintahkan untuk mengeluarkan surat pencekalan dari institusi KPK,” terang Kepala Bagian Humas Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Agung Sampurno saat ditemui wartawan dalam kegiatan Internalisasi Kebijakan Teknis Izin Tinggal Keimigrasian Tahap II, di Alana Hotel, Solo, Kamis (16/11) siang.
Sebelumnya, Setnov menggugat pihak Imigrasi yang telah mengeluarkan surat dinas keluar terkait pencekalan dirinya pergi keluar negeri. Surat tersebut muncul setelah KPK mejerat Setnov dengan UU KPK Pasal 12 dan 46 ayat 1 dan ayat 2 UU KPK tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Untuk sementara paspor yang bersangkutan (Setnov) kami cabut. Dan kami juga mengeluarkan larangan ke seluruh kantor imigrasi di Indonesia untuk melakukan pencegahan jika yang bersangkutan pergi keluar negeri,” terang Agung.
Agung juga mengungkapkan, terkait jawaban dalam sidang jawaban dari Dirjen Imigrasi di hadapan majelis agung. Menurutnya, pihaknya tidak membuat keputusan terkait pencekalan Setnov. Dengan begitu, pihaknya juga tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pencabutan terhadap surat pencekalan tersebut.
“Di situ tertulis jelas, bahwa kewenangan yang melakukan pencekalan adalah Ketua KPK. Kami hanya menjalankan perintah. Kenapa kami yang malah digugat,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge