0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Datangi Kejaksaan, Warga Pertanyakan Laporan Dana Aspirasi

Warga Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo mendatangi Kejari Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Warga Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen. Kehadiran puluhan warga tersebut terkait adanya laporan warga tentang penggunaan dana aspirasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari salah satu anggota dewan yang diduga ada penyimpangan.

”Partainya tidak perlu disebut, intinya saya minta diperjelas. Saya tunggu jawaban dan kepastian menjernihkan permasalahan karena teman-teman Purwosuman ini juga merasa tercemar, kalau tidak terbukti gimana?” kata Penasehat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Membangun Purwosuman (Gempur), Sunarto, Rabu (15/11).

Menurutnya, laporan itu dinilai menyudutkan salah satu anggota DPRD terkait pembangunan jalan dan gedung serbaguna. Kedatangan warga bermaksud klarifikasi sejauh mana penanganan dari kejari Sragen. Mereka diterima oleh Kasi Intel Kejari Sragen Widya Hari Susanto.

Berdasarkan informasi, sejumlah lima ketua RT akan dimintai keterangan terkait penggunaan BKK untuk penggunaan pembangunan jalan senilai Rp 50 juta.

Sunarto mempertanyakan dasar pemanggilan lima ketua RT Desa Purwosuman. Pihaknya meyakini laporan soal dana aspirasi dinilai mengada-ada. Laporan itu membuat warga tidak terima. Karena penggunaan dana aspirasi banyak membantu  untuk pembangunan desa.

Sementara Kasi Pidsus Kejari Sragen, Adi Nugraha membenarkan pihaknya telah mengirim surat panggilan untuk memintai keterangan terhadap 5 warga Desa Purwosuman yang menjabat ketua RT.

”Pemanggilan itu sebatas untuk dimintai keterangan dalam puldata- pulbaket soal adanya laporan, untuk pembuatan berita acara,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan pada warga yang dimintai keterangan tidak perlu takut dan khawatir. Langkah tersebut sudah sesuai SOP dalam menindalanjuti laporan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge