0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BPS Khawatir Penyederhanaan Golongan Listrik Bisa Naikkan Inflasi

(merdeka.com)

Timlo.net – Penyederhanaan golongan pelanggan listrik dikhawatirkan berdampak pada kenaikan inflasi. Sebab, hal tersebut akan memicu peningkatan konsumsi yang kemudian memengaruhi pengeluaran masyarakat untuk listrik.

“Kalau konsumsi listrik naik ya pengaruh ke inflasi. Kan kami menghitung dari total pengeluaran untuk listrik berapa, ini yang kami hitung,” ujar Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Yunita Rusanti di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (15/11).

Yunita mengatakan, penyederhanaan golongan listrik ini nantinya akan menghilangkan pelanggan yang menggunakan daya sebesar 900 VA dan 1.300 VA. Sementara selama ini, sebagian besar masyarakat menggunakan listrik dengan besaran daya tersebut.

“Sekarang kan yang paling banyak adalah 900 VA dan 1.300 A. Kalau disederhanakan artinya akan terjadi pergeseran pelanggan. Otomatis ke 4.400 VA jadi tidak menutup kemungkinan konsumsinya meningkat,” jelasnya.

Yunita menambahkan, berdasarkan survei BPS selama ini, listrik menyumbang sekitar 2,5 hingga 3 persen terhadap kenaikan inflasi. Untuk itu, pemerintah diminta mempertimbangkan agar kebijakan tersebut tidak mendorong kenaikan inflasi ke depan.

“kontribusi kenaikan terhadap inflasi sekitar 2,5 sampai 3 persen. Cukup tinggi. Kalau bisa sih, ini kan tarif tidan naik, tapi dari sisi bobot akan mempengaruhi pergeseran jumlah rumah tangga. Kalau dilakukan bertahap akan lebih baik,” tandasnya.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge