0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perda Larangan Miras di Sragen Sulit Terwujud?

Perda Larangan Miras di Sragen Sulit Terwujud? (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen  – Kendati peredaran minuman keras (Miras) di Kabupaten Sragen sangat memprihatinkan, namun peraturan daerah (Perda) yang mengatur soal larangan peredaran Miras tersebut masih sulit terwujud. Sangat ironis, pasalnya untuk melarang total peredaran miras justeru akan bertentangan dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi.

“Yang bisa diatur adalah soal pengaturan penjualannya. Kita bisa punya kebijakan tersebut selama tidak bertentangan dengan peraturan di atasnya. PP-nya hanya boleh dijual di hotel berbintang, tapi kalau di Sragen khan tidak ada hotel berbintang,” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Miras DPRD Sragen, Faturrohman, Rabu (15/11).

Faturrohman menyampaikan, secara hirarki, Perda memang tidak boleh bertentangan dengan perundangan di atasnya. Padahal, UU dan peraturan lebih tinggi yang mengatur miras semuanya hanya sebatas peraturan peredaran, bukan pelarangan total.

Di sisi lain, budaya masyarakat yang selama ini berjalan, setiap ada acara hajatan tidak bisa dipungkiri selalu ada pesta miras. Dalam waktu dekat ini pihaknya bakal menggelar public hearing untuk menjaring masukan masyarakat terkait Raperda Miras sebelum disahkan jadi Perda.

Dalam public hearing nanti Pansus akan mengundang Forkopimda, FKUB, MUI dan tokoh masyarakat. Namun Perda Miras ini juga kecil kemungkinan bakal disahkan pada tahun ini.

“Tahun ini konsentrasi untuk APBD, sehingga kecil kemungkinan bisa selesai tahun ini,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge