0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masyarakat Lereng Merapi-Merbabu Diminta Waspadai Longsor

Bencana tanah longsor (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Masyarakat di Lereng Gunung Merapi dan Merbabu, Kecamatan Selo, Boyolali diimbau untuk mewaspadai ancaman bencana tanah longsor. Pasalnya, hampir seluruh wilayah di Selo termasuk daerah rawan longsor. Hampir setiap tahun terjadi musibah tanah longsor. Di Kecamatan Selo sendiri ada 10 desa, semuanya masuk rawan longsor.

“Tiga dari sepuluh desa tersebut masuk paling rawan, yaitu Tlogolele, Klakah dan Jrakah,” kata Camat Selo, Jarot Purnama, Rabu (15/11).

Terkait ancaman tanah longsor tersebut, pihaknya meminta masyarakat Selo, yang kebanyakan tinggal di lereng dan tebing untuk lebih peka. Dihimbau bila hujan deras dengan intensitas lama, masyarakat berada di pintu keluar. Selain tanah longsor, wilayah Kecamatan Selo juga rawan bencana angin ribut.

“Sehingga kalau terjadi apa-apa bisa langsung melarikan diri,” ujarnya.

Di awal musim hujan ini, tanah longsor juga telah terjadi di Kecamatan Selo. Yakni terjadi di Dukuh Gesikan, Desa Jrakah, Senin (13/11) malam. Longsoran tanah menimpa dapur dan kandang ternak milik Waginem (45). Akibatnya, rumah bagian dapur dan kandang ternak, rusak.

“Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil,” jelasnya.

Sementara data di BPBD Boyolali, tercatat ada lima kecamatan yang rawan bencana tanah longsor. Kelimanya tersebut, Selo, Musuk, Cepogo, Ampel dan Kemusu.

“Untuk rawan tanah gerak di Klego,” tandas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Purwanto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge