0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Penyebab Kematian Ikan Secara Besar-Besaran di WGM

Bangkai ikan dikaramba jaring apung milik petani ikan Waduk Gajah Mungkur (dok.timlo.net/ist)

Wonogiri — Kematian secara besar-besaran ikan pada awal musim penghujan seperti saat ini diklaim akibat pendangkalan Waduk Gajah Mungkur (WGM). Bahkan pemerintah setempat melarang penambahan petak baru (kolam) karamba di kawasan jala karamba apung (JKA).

“Kawasan JKA sudah jenuh karena ada 1.500 unit karamba. Sebenarnya Kementerian PUPR selaku pengelola waduk sudah lama mengeluarkan larangan penambahan (karamba) baru,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Peternakan dan Kelautan (PPK) Wonogiri melalui Kabid Perikanan Heru Sutopo, Rabu (15/11).

Menurut dia, kematian massal puluhan ribu nila di proyek JKA akhir-akhir ini salah satunya karena lokasi perairan yang dangkal. Ia menyatakan, karamba yang ada di kedalaman cukup aman-aman saja, tidak ada (ikan) yang mati. Namun karamba yang berada di lokasi dangkal, puluhan ton ikan berbagai umur jadi bangkai.

Kasus kematian ikan karamba WGM, kata Heru, sudah terjadi lima tahun berturut-turut, yakni setiap awal musim penghujan. Dia juga menyarankan agar kelompok tani nelayan pengusaha JKA tidak banyak memelihara ikan nila. Tapi ternyata imbauan dinas tersebut tidak digubris sehingga kematian nila yang diklaim mencapai 10-12 ton itu terjadi.

” Totalnya, ada sekitar 15 kelompok petani ikan,” katanya.

Pihaknya sudah melakukan inventarisasi terkait ikan yang mati dari dampak musim pancaroba itu, dengan mengusulkan ke dinas perikanan provinsi untuk mendapatkan bantuan.

“Di awal musim penghujan ini, kita juga melakukan penebaran benih ikan di kawasan peraiaran WGM, tepatnya di Kecamatan Wuryantoro, sebanyak 5000 ekor,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge