0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jumlah Penghayat Kepercayaan di Solo Diprediksi Terus Berkurang

Solo – Jumlah penghayat kepercayaan di Solo tahun ini diprediksi berkurang. Tak hanya dari sisi jumlah warganya, beberapa kelompok penghayat bahkan diketahui sudah tidak memiliki penganut lagi.

“Contohnya Papandayan. Sekarang sudah tidak ada,” kata Kepala Bidang Kesenian, Sejarah, dan Sastra Dinas Kebudayaan Solo, Maretha Dinar saat ditemui di kantornya, Selasa (14/11).

Menurut data Dinas Kebudayaan melalui sensus tahun 2015 lalu, jumlah penganut kepercayaan di Kota Bengawan mencapai 11.860 orang yang terbagi dalam 20 kelompok. Angka tersebut diyakini telah menurun bila tren tahun-tahun sebelumnya terus berlanjut.

“Kita pernah mempunyai 30 lebih aliran kepercayaan tahun 1990-an,” kata dia.

Dinas Kebudayaan di Solo memprediksi saat ini jumlah aliran kepercayaan tinggal 16 saja. Hal ini menilik pada adanya beberapa aliran kepercayaan yang sudah tidak memiliki pengikut lagi.

“Jumlahnya penganut setiap aliran pun secara garis besar berkurang,” kata dia.

Terkikisnya jumlah penganut aliran kepercayaan ini diduga lantaran minimnya minat generasi muda untuk menganutnya. Umumnya, keturunan penganut aliran kepercayaan memilih salah satu agama yang lebih jamak ditemui di masyarakat.

“Angka pastinya akan kita data lagi dalam waktu dekat,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Solo segera mendata ulang warganya yang menganut aliran kepercayaan. Hal ini diputuskan menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pencantuman aliran kepercayaan di Kolom Agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge