0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Kasus Penipuan Ketua REI Solo, Begini Pendapat Ahli

Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan, Antonius Hendro Prasetyo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Seorang agen tidak dapat dipidanakan setelah menemukan pihak pembeli dan penjual (pengembang). Mengingat tugas dan kewajiban yang dilakukan hanya mempertemukan buyer dengan pengembang.

“Menurut pendapat saya, agen yang ditunjuk secara langsung oleh principal (pengembang) berdasarkan perjanjian kesepakatan tidak dapat dimeja hijaukan,” kata pakar ahli hukum pidana, Prof Dr Mahmutarom HR SH MH dalam persidangan dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat Ketua Real Estate Indonesia (REI) Cabang Kota Solo, Antonius Hendro Prasetyo di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo, Selasa (14/11) siang.

Dalam persidangan tersebut, Rektor Universitas Wachid Hasyim (Unwahas) Semarang ini memaparkan pendapatnya di hadapan tiga majelis hakim, diantaranya Pandu Budiono SH MH, Puji Hendro Suroso dan Priyanto SH MHum. Jerat hukum pidana yang disangkakan terhadap terdakwa dapat berlaku jika terdakwa dalam kasus tersebut, Antonius Hendro Prasetyo tidak melaksanakan tugasnya sesuai fungsi sebagai seorang agen. Diantaranya, tidak mempertemukan buyer dengan penjual maupun membawa kabur uang sejumlah uang yang telah dititipkan.

“Pasal 378 (tentang penipuan —Red) berlaku, jika sebelum terjadinya PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) yang bersangkutan (terdakwa) mengaku sebagai penjual untuk mengelabui pembeli, atau merubah identitas dan unsure-unsur lain guna mendapat keuntungan. Sedangkan, Pasal 362 (tentang penggelapan) berlaku, jika yang bersangkutan tidak menyetorkan sejumlah uang kepada penjual atau pihak lain untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi,” papar Mutarom.

Pria yang pernah masuk dalam daftar calon hakim Mahkamah Agung (MA) ini juga mengemukakan terkait diberlakukan Pasal 55 tentang turut serta dalam melakukan pemufakatan jahat terhadap terdakwa. Menurutnya, Pasal tersebut dapat berlaku jika pelaku utama dapat memberikan kesaksian terkait peran yang dilakukan oleh Antonius. Artinya, pihak penjual dalam kasus tersebut adalah pengembang Apartemen M-Icon, PT Graha Anggara Jaya yang dipimpin oleh Wisnu Tri Anggoro memberikan kesaksiannya.

“Jika Pasal 55 diberlakukan, harus memenuhi kesaksian dari pelaku utama terlebih dahulu,” jelasnya.

Selain, Prof Dr Mahmutarom HR SH MH, dalam sidang tersebut juga menghadirkan dua saksi ahli lain, dari kalangan praktisi yakni Sekretaris REI DPD Jawa Tengah Suhartono serta pendamping REI Jawa Tengah, Indarto Handojo. Menurut mereka, baru kali ini menyaksikan kasus yang menjerat agen property. Mereka sangat terheran-heran, bagaimana bias seorang penjual memperkarakan agen property yang telah melaksanakan tugasnya dengan ditandai munculnya PPJB antar pihak-pihak berkepentingan. Dengan terbitnya surat tersebut, berarti tugas seorang agen telah selesai.

“Di Jawa Tengah juga baru pertama kali ini saya menemui kasus seperti ini. Semoga tak terulang kembali,” kata Suhartono ditemui wartawan usai persidangan.

Kasus ini bermula saat seorang warga Korea, Yun Tae Kim atau biasa dikenal dengan Mr Kim tertarik membeli apartemen yang ditawarkan oleh PT Graha Anggara Jaya (M-icon) dalam sebuah pameran real estate di Solo Paragon Mall pada 2015 silam. Waktu itu, Mr Kim tertarik apartemen yang berada di Kawasan Sinduharjo, Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi, harga yang ditawarkan cukup tinggi yakni mencapai Rp 600 juta.

Kim mencari cara untuk mendapatkan harga termurah, hingga akhirnya mendatangi Antonius Hendro Prasetyo selaku Direktur Utama PT Ataya agen property yang memasarkan apartemen M-Icon. Saat itulah, Mr Kim meminta untuk dibantu mendapatkan harga murah senilai Rp 481 juta. Setelah mendapatkan harga tersebut, Kim mengajak lima rekannya untuk ikut membeli apartemen M-Icon di Yogyakarta dengan harga yang telah disepakati tersebut. Meski telah menyetorkan sejumlah uang, apartemen M-Icon yang telah dipasarkan itu tidak segera terealisasi. Sehingga, mencuatlah kasus tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge