0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wonogiri Deklarasi Bebas BAB Sembarangan

Deklarasi BABS di Pendopo Rumdin Bupati Wonogiri, Wabup Edy Santosa menyerahkan tropi kepada duta sanitasi (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Setidaknya masih ada 15,69 persen KK (kepala keluarga) di Jateng masih biasa buang air besar sembarangan (BABS). Sementara itu sisanya sudah dinyatakan bebas BABS atau ODF (open defecation free).
“Dari total 8.578 desa di Jateng ada 1.775 desa sudah dinyatakan Bebas BABS atau ODF,” beber Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng dr Yulianto Prabowo, di Pendopo Rumdin Bupati Wonogiri, usai Deklarasi Wonogiri Bebas BABS, Selasa (14/11).
Dalam Deklarasi BABS itu, Kepala Dinkes Jateng didampingi Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa juga melakukan penobatan Duta Sanitasi Jawa Tengah atas nama Dwi Prasetyo ST (Kades Bulusulur Wonogiri).
Menurut dr Yulianto, Wonogiri merupakan kabupaten kedua ODF setelah Kabupaten Grobogan. Menyusul kemudian Kabupaten Karanganyar dan Boyolali. Ia juga menyatakan, adanya sanitasi buruk juga berdampak merugikan masyarakat sendiri. Hal itu berdasar pada data hasil kajian Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
“Akibat kebiasaan buruk dapat menyebabkan kerugian masyarakat Jateng, khususnya sanitasi yang buruk mencapai US$ 191 juta (atau sekitar Rp 1,75 triliun) per tahun. Kalau untuk tingkat kabupaten kerugian atas sanitasi yang buruk diperkirakan US$ 15,75 juta atau setara Rp 145 miliar per tahun,” katanya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge