0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Eggi Sudjana Berorasi di Depan Massa Pendukung Buni Yani

Suasana sidang Buni Yani (merdeka.com)

Timlo.net – Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian dan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani menjalani sidang vonis di ruang sidang Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bandung, Selasa (14/11). Pengacara sekaligus Penasihat Presidium Alumni 212, Eggi Sudjana, meminta hakim membebaskan Buni Yani dari jerat hukum.

“Kita meminta hakim memutuskan Buni Yani bebas dari hukum,” kata Eggi saat berorasi di depan massa pendukung Buni Yani.

Eggi menjelaskan, seseorang tak bisa dihukum apabila tak ada hukum yang mengaturnya.

“Itu azas legalitas. Apa yang diucapkan Buni Yani hanya mengulangi apa yang diucapkan ucapan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang telah diadili dan dikategorikan melakukan penistaan agama Islam, terutama surah Al Maidah ayat 51,” katanya.

Penuh keyakinan, Eggi menilai yang dikatakan Buni Yani tidak keliru. Para penegak hukum termasuk kepolisian harus mengerti apa yang dipermasalahkan.

“Apa yang disampaikan Buni Yani itu suatu kebenaran karena pada akhirnya Ahok terbukti bersalah. Maka secara ilmu hukum Buni Yani gak boleh diadili sebenar-benarnya,” ucapnya.

Menurutnya, hakim dalam menangani kasus ini telah melampaui kapasitasnya karena tak menerima eksepsi Buni Yani dan terus melanjutkan persidangan.

“Hukum itu ditegakkan kepada yang salah,” ujar Eggi.

Jika hakim memutuskan Buni Yani bersalah saat ini, maka hakim dan jaksa tak memahami hukum pidana yang sebenarnya dan menyimpang dari ilmu hukum.

“Ada dua kemungkinan. Hakim dan jaksa tidak memahami hukum pidana yang sebenarnya. Mereka menyimpang dari ilmu hukum. kemungkinan kedua karena, mereka tidak tunduk pada ilmu pengetahuan, mereka tunduk para perintah atasannya,” ujarnya.

“Hakim dan jaksa mengikuti perintah atasannya, yaitu Jaksa Agung. Siapa atasan Jaksa Agung? Presiden,” tambahnya.

Dia juga meminta kepada aparat kepolisian untuk menjaga massa dengan baik bukan malah menindasnya. “Karena kita di posisi yang benar, tapi karena kita tahu mereka mengikuti perintah atasan,” harap Buni Yani.

“Poin penting hari ini, kita bertindak dengan jelas berdasar ilmu hukum. Kita minta kepada hakim menggunakan akal sehatnya, hati nuraninya untuk membebaskan Buni Yani,” katanya.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge