0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BCB Pagoda Solo Kondisinya Rusak dan Memprihatinkan

BCB Pagoda di Mojosongo, Jebres, Solo yang penuh coretan (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Sebuah Pagoda peninggalan kebudayaan Tionghoa di halaman kampus dua Institut Seni Indonesia (ISI), Mojosongo, Jebres, Solo kondisinya rusak dan memprihatinkan. Padahal bangunan setinggi lima meter dengan tujuh tingkat undakan tersebut telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya (BCB) pada tahun 2014 lalu.

“Pagoda Jebres No. 13/JBS/B.4/98. Ditetapkan Pemerintah Kota Surakarta Melalui Keputusan Kepala Dinas Tata Ruang Kota Nomor 646/40/I/2014 tentang Penetapan Bangunan-bangunan yang Dianggap Telah Memenuhi Kriteria sebagai Cagar Budaya Sesuai Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Surakarta 2017.” Demikian isi dari plakat cagar budaya yang ditempelkan di salah satu sudut bangunan itu.

Berdasarkan pantauan Timlo.net, Selasa (14/11), bangunan pagoda tersebut penuh dengan coretan tak beraturan, dengan menggunakan cat semprot, spidol, pulpen, hingga benda keras lainnya yang membentuk pola tulisan. Nampak di beberapa bagian juga telah retak dan terkelupas bagian semennya, sehingga memperlihatkan batu bata pada bagian tengah.

Rektor ISI Surakarta, Dr Drs Guntur MHum, saat dijumpai Timlo.net, Senin (13/11) sore, membenarkan kondisi Pagoda yang penuh dengan coretan. Dia mengatakan bahwa tindakan vandalisme terhadap salah satu aset budaya tersebut dilakukan oleh orang-orang tak bertanggungjawab.

Kendati demikian, bukan berarti ISI Solo diam atas tindakan vandalisme tersebut. ISI Solo telah berupaya untuk menyelamatkan cagar budaya tersebut dengan memasang pagar yang terbuat dari rantai besi. Selain itu pihak pengamanan internal kampus juga diminta untuk turut mengawasi.

“Pagoda ini memang berada di lokasi kami, tapi bukan ranah kami. Karena yang punya otoritas dari pemerintah kota (Pemkot Solo), Jadi kita tidak akan mengotak atik cagar budaya itu. Meski begitu kami berusaha semaksimal mungkin untuk merawatnya, misalnya dengan memberikan pagar, dan juga ada pengamanan internal, ya meskipun tidak secara spesifik menjaga BCB ini,” papar Guntur.

Guntur juga membenarkan bahwa sejak ditetapkan pada tahun 2014, bangunan tersebut belum mendapatkan sentuhan dari Pemkot Solo. Namun dirinya enggan berkomentar lebih jauh tentang hal tersebut.

“Karena bukan otiritas kami, ya kita serahkan kembali kepada Pemerintah Kota untuk perawatannya. Sedangkan dari ISI sendiri memang sudah ada rencana penataan ruang kawasan kampus, dengan menyertakan Pagoda sebagai bagian dari lanskap pembangunannya,” katanya.

Dalam kesehariannya, ISI Solo sendiri kerap memanfaatkan bangunan Pagoda tersebut dalam mata kuliah seni rupa, khususnya gambar bangunan monumental.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge