0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jualan di Hutan Kota, 12 Lapak PKL Dibongkar Satpol PP

Petugas Satpol PP membongkar lapak di kawasan hutan kota Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen (dok.timlo.net/ist)

Sragen  – Sebanyak 12 lapak milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan hutan kota Plumbungan, Kecamatan Karangmalang dibongkar tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen. Lapak tersebut terpaksa dibongkar lantaran area itu merupakan hutan kota dan bukan tempat untuk berjualan.

”Kita sebelumnya sudah sampaikan surat peringatan pada para pedagang untuk tidak berjualan di area terlarang,” kata Kabid Ketentraman, Ketertiban Masyarakat dan Linmas, Sugeng Priyono, mewakili Kepala Satpol PP Sragen, Tasripin, Selasa (14/11).

Sugeng Priyono menyampaikan, pihaknya menerjunkan 22 personel dari Satpol PP dan DLH Sragen untuk membongkar lapak milik para PKL. Setidaknya ada 12 pedagang yang mendirikan bangunan semi permanen di area hutan kota Plumbungan.

Namun dalam razia tersebut pihaknya hanya membongkar tujuh lapak. Sedangkan sebanyak lima lapak lainnnya belum dirobohkan, lantaran pedagang yang bersangkutan bersedia melakukan pembongkaran sendiri.

”Kesepakatan kami persilahkan hingga batas waktu hari Rabu nanti,” terang Sugeng.

Namun demikian selama pembongkaran lapak, berlangsung  aman, tidak timbul kericuhan dan berjalan lancar. Pedagang cukup mengerti akan kesalahannya dengan berjualan di lokasi yang tidak semestinya.

Sekretaris DLH Sragen, Agus Joko menyampaikan, sesuai Peraturan Bupati (Perbup), kawasan tersebut merupakan hutan kota. Sehingga tidak seharusnya untuk berjualan.

”Ada Perbupnya, tidak mungkin kami menindak tanpa ada dasar aturan. Kawasan tersebut memang tidak seharusnya buat jualan,” terangnya.

Sebagai solusi, pihaknya menyarankan untuk menanyakan ke Dinas Pedagangan yang punya kewenangan untuk menata PKL.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge