0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapolda Papua Himbau Agar KKB Tembagapura Letakkan Senjata

Irjen Boy Rafli Amar (merdeka.com)

Timlo.net – Eksistensi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sudah sangat meresahkan warga Tembagapura, Papua. Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengeluarkan imbauan tegas meminta KKB meletakkan senjata dan menyerahkan diri dalam bentuk maklumat.

Maklumat disebar di Banti, Distrik Tembagapura menggunakan helikopter sejak pagi. Tujuannya agar sampai pada KKB yang kini menguasai kampung-kampung di dekat Kota Tembagapura itu.

“Saya sendiri bersama Kapolres Mimika (AKBP Victor Dean Mackbon) yang menyebarkannya dari udara menggunakan helikopter. Sesegera mungkin kalau sudah ada di tangan mereka maka tidak boleh melakukan hal-hal yang melanggar sebagaimana tercantum dalam maklumat itu,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi AM Kamal di Timika, Senin (13/11).

Lebih kurang 1.500 lembar surat pemberitahuan Nomor: B/MKLMT/01/XI/2017 tanggal 12 November 2017, telah disebar. Adapun poin dalam surat tersebut menegaskan bahwa “Berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam maka diperintahkan kepada seluruh masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki dan mempergunakan senjata api secara ilegal agar secepatnya meletakkan senjata api dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum (Kepolisian RI),” demikian salah satu penggalan kalimat dalam surat pemberitahuan tersebut.

Irjen Boy juga meminta KKB berhenti melakukan perbuatan melanggar hukum seperti pengancaman, penganiayaan, perampokan, penjarahan, pemerkosaan, pembunuhan dan perbuatan kriminal lainnya.

Sejak tiga pekan terakhir, KKB wilayah Tembagapura yang diperkirakan memiliki 35 pucuk senjata api dengan pengikut mencapai seratusan orang telah menguasai sejumlah perkampungan sekitar Tembagapura mulai dari Utikini Lama, Kimbeli, Waa-Banti, Opitawak hingga ke Aroanop.

KKB wilayah Tembagapura yang dipimpin oleh Ayuk Waker itu dituding sebagai dalang utama dari serangkaian aksi kekerasan di wilayah Tembagapura akhir-akhir ini seperti teror penembakan terhadap kendaraan dan fasilitas PT Freeport Indonesia, penembakan terhadap anggota Brimob, penembakan terhadap warga sipil, pemerkosaan dan lainnya.

Hingga kini diperkirakan sekitar 1.300 warga sipil masih terjebak di kampung-kampung itu. Mereka dilarang bepergian lantaran dijadikan tameng hidup oleh KKB untuk melakukan perlawanan kepada aparat keamanan.

[lia]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge