0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanggapi Netizen Soal Lepas Hijab, Rina Nose: Ini Cuma Permasalahan Hati

Rina Nose (merdeka.com)

Timlo.net – Keputusan presenter dan penyanyi cantik, Rina Nose untuk menanggalkan balutan hijabnya kini tengah jadi salah satu topik perbincangan hangat publik. Padahal seperti diketahui, Rina baru setahun terakhir ini mengenakan hijab, tepatnya pada perayaan Idul Adha tahun 2016 silam.

Rina sendiri masih belum membeberkan alasan utama yang mendasari keputusannya melepas hijab tersebut. Namun kepada awak media, wanita berusia 33 tahun itu sedikit bercerita jika Ia merasa terancam karena perlakuan netizen yang mengatasnamakan agama.

“Pokoknya kalau alasan (lepas hijab) mah, sudah, biar saya saja yang tahu. Sebenarnya semuanya ada di hati, nggak tahu kenapa saya juga memilih seperti ini. Tapi begini ya, agama itu sejatinya untuk membuat kedamaian, ketentraman hati. Bukan untuk menimbulkan ketakutan dan rasa terancam. Nah, saat ini saya melihatnya netizen yang telah melakukan syariat agama dengan baik justru membuat saya takut, membuat saya terancam. Jadi saya seperti diadili, kayak begini misalnya (melepas hijab): ‘Kau berdosa, saya kecewa, saya tidak suka dengan kamu lagi’, seolah-seolah saya melakukan sebuah kesalahan yang berpengaruh besar terhadap dunia,” ujar Rina ketika ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (11/11).

“Saya yakin, bukan hanya saya, pasti ada juga orang-orang di luar sana yang mengalami hal serupa dengan saya. Dan saya nggak tahu bagaimana pandangan orang-orang terhadap mereka. Instagram saya kan followers-nya 9,4 juta, yang nge-like itu ada sekitar 300 ribuan lebih. Sementara yang komentar sekitar 90 ribuan lebih. Artinya ada sisa beberapa juta lagi yang hanya menyaksikan dan mungkin memahami apa yang saya rasain karena mungkin ada yang mengalami hal serupa dengan saya. Hanya kebetulan saja saya artis, saya public figure,” sambungnya lebih jauh.

Meski ada yang maklum dan mendukung keputusan Rina, namun tak sedikit pula yang menghakimi dengan cara menuliskan ujaran kebencian di akun media wanita asal Bandung tersebut. Rina sejatinya maklum dengan luapan emosi para penggemarnya. Namun karena ada yang kelewat batas, Ia pun jadi merasa takut dan tak nyaman.

“Okay kalau itu risiko yang saya terima. Makanya saya membiarkan mereka berkomentar, meluapkan emosinya kepada saya. Tapi, andai saja bisa dibuat lebih damai, tidak ada ujaran-ujaran kebencian, mungkin saya merasa akan lebih mau mendekat lagi dengan mereka. Tapi dengan komentar ujaran kebencian seolah saya melakukan kesalahan besar yang tidak bisa dimaafkan, padahal sebenarnya, ini kan persoalan hati, persoalan saya dengan Tuhan. Jadi saya merasa komentar mereka ini, membuat aku bukannya malah makin mendekat, jadi makin menjauh. Makin takut, makin nggak nyaman karena mereka yang merasa lebih baik dari aku malah tidak memberi nasihat, kasih sayang dan itu mereka lakukan tanpa mereka sadari. Okay itu bisa aku maklumi, itu bisa aku terima. Aku bisa memaklumi, tapi ada mereka yang tidak bisa memaklumi aku. Jadi itu saja sih sebetulnya. Ini cuma permasalahan hati, jadi keputusan semua ini berdasar dialog antara aku dengan Tuhan,” beber Rina.

(kpl/abs/gtr)

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge