0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

16 Peternak Sapi Ditahan Kejati Jatim Atas Dugaan Korupsi Kredit Usaha

Ilustrasi Korupsi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Sebanyak 16 peternak sapi dari wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ditahan Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Mereka diduga terlibat kasus korupsi kredit usaha peternakan sapi di wilayah Pacitan, Rp 5,3 Miliar.

Mereka adalah Efendi, Ari Triwibowo, Asmuni, Sutrisno, Wily Taufan, Ali Arifin, Susilo Sukardi, Kardoyo, Suramto, Supriyadi, Sugiyanto, Gatot Sunyoto, Sartono, Suwarno, Setiyadi, dan Endro Sukmono. Ke-16 pelaku dijebloskan ke Rutan Klas I Surabaya, di Kelurahan Medaeng, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

“Penahanan ini dilakukan untuk mempermudah penyidikan dan jalannya persidangan saat dihadirkan di Pengadilan Tipikor Surabaya,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Timur Didik Farkhan Alisyadi, Senin (13/11).

Penahanan dilakukan supaya para tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Dari situ, penahanan akan dilakukan selama 20 hari ke depan yang statusnya masih titipan di Rutan Klas I Surabaya.

Secara terpisah Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jatim Richard Marpaung menjelaskan, kasus korupsi dilakukan ke 16 peternak sapi itu bermula dari tahun 2010, pemerintah meluncurkan program usaha pembibitan melalui Kredit Usaha Peternakan Sapi (KUPS), yang disalurkan melalui Bank Jatim. Mengetahui ada program KUPS, ke 16 tersangka yang masih tergolong peternak baru dan belum terdaftar, akhirnya membentuk kelompok untuk bisa mendapatkan pengajuan kredit dari program pemerintah.

Dengan diberi nama kelompok Agromilk satu yang bantuannya berupa sapi perah, jumlahnya sebanyak 235 ekor sapi, nilainya mencapai sekitar Rp 4 Miliar. Sedangkan Agromilk kedua mendapat 80 ekor, nilainya sekitar Rp 1.3 Miliar. Serta mengenai penggunaan kredit untuk pembelian sapi, biaya kandang, pakan, obat-obatan, inseminasi dan pemasangan chip.

“Tapi, setelah mendapatkan bantuan. Ternyata, banyak sapi yang dijual ke orang lain. Ini dikarenakan ke 16 tersangka tidak mampu merawat sapi dengan baik. Tapi, hanya dua peternak yakni Eko Budi Satrio dan Basuki Rakhmat yang membayar kembali senilai sapi yang dia jual. Sehingga kedua peternak itu untuk sementara tidak dijadikan tersangka oleh Penyidik,” kata Richard Marpaung.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge