0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tahun 2018, Masyarakat Tidak Boleh BAB Sembarangan

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (foto: Agung)

Sragen  – Budaya hidup sehat menjadi perhatian utama Pemkab Sragen. Salah satunya warga diminta untuk tidak buang air besar (BAB) sembarangan dan berupaya menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB).

”Angka kematian ibu, sekarang masih di bawah 10 kejadian, dan diharapkan tidak nambah,” kata Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Dalam Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 yang jatuh pada tanggal 12 November, Yuni menegaskan pentingnya kesehatan bagi masyarakat. Banyak pekerjaan terkait kesehatan masyarakat yang harus dituntaskan pada tahun ini.

Menurutnya, tidak hanya kemiskinan yang menjadi penyebab kematian ibu dan bayi, tapi kesadaran masyarakat, perhatian dan pola asuh. Dia tidak menampik kasus kematian ibu dan bayi tidak hanya terjadi di utara bengawan, namun di kecamatan lain tidak menutup kemungkinan juga berpotensi terjadi kasus serupa.

Terkait bebas BAB, Yuni mengharapkan, pada 2018 nanti Sragen sudah bebas (BAB) sembarangan di 20 kecamatan. Untuk mencapai tujuan tersebut selain dana dari pemerintah, juga perlu dukungan dari semua pihak. Baik melalui dana desa (DD), ataupun masyarakat mandiri.

”Tahun depan tetap diupayakan dari CSR, mandiri, dana desa dan sebagainya,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen, Hargiyanto menyampaikan HKN tahun ini mengusung tema “Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku”. Dia menyampaikan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) sudah dilakukan secara nasional. Salah satunya dengan mendorong masyarakat untuk berolah raga dan pola makan sehat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge