0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Byurrr… Menteri Basuki Nyebur ke Kolam Venue Asian Games

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, (merdeka.com)

Timlo.net – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengecek kesiapan venue olahraga untuk Asian Games 2018. Dia meminta jajarannya memperhatikan detail kualitas pada pembangunan sarana olahraga tersebut.

“Renovasi venue olahraga ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Sehingga kualitasnya harus dicek. Apabila ada satu saja yang jelek, maka bisa dianggap nanti jelek semua kualitasnya. Saya minta pengecekan secara detail, bukan pengujian secara acak,” tegasnya seperti dikutip dari laman PU.go.id, Senin (13/11).

Pesan Menteri Basuki disampaikan saat dirinya menghadiri soft launching Stadion Renang Gelora Bung Karno (GBK) sebagai tanda selesainya pekerjaan renovasi yang dilakukan sejak bulan Agustus 2016. Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki bahkan sampai berenang bersama pejabat tinggi madya lainnya di kolam yang akan digunakan sebagai arena pertandingan pada Asian Games XVIII yang akan dimulai penyelenggaraannya pada 18 Agustus 2018.

Turut hadir mendampingi, Inspektur Jenderal Rildo Ananda Anwar, Sekretaris Jenderal Anita Firmanti, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Imam Santoso, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Dirjen Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti, Dirjen Penyediaan Perumahan Syarif Burhanuddin dan Kepala Balitbang sekaligus Plt. Dirjen Bina Konstruksi Danis H.Sumadilaga.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya melakukan renovasi arena renang GBK dengan membuat empat kolam yakni Kolam Utama untuk pertandingan (51,20 m x 25 m x 3 m), Kolam Polo Air (50 m x 25 m x 3 m), Kolam Loncat Indah (21 m x 25 m x 5 m) dan Kolam Pemanasan (20 m x 50 m x 1,4-2 m). Stadion ini juga dilengkapi dengan 8.000 kursi penonton termasuk tribun teleskopik, ruang pers dan broadcasting serta ruangan pendukung lainnya.

Konsep Stadion Renang GBK sebagian tertutup di mana bagian yang dibiarkan terbuka bertujuan dapat mencegah terjadinya karat akibat penguapan klorin dari kolam renang sekaligus mendapatkan lansekap yang indah. Konstruksi dilaksanakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp 274 miliar.

Pada Oktober 2017 lalu, arena ini sudah dilakukan verifikasi oleh Independen Surveyor dan Perwakilan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) di mana hasilnya dianggap telah memenuhi persyaratan tertinggi dari Federasi Renang Dunia (FINA) dan hasil verifikasi tersebut sudah dibawa ke FINA untuk mendapatkan sertifikasinya.

Perlu diketahui bahwa stadion renang GBK merupakan salah satu dari 6 bangunan cagar budaya di GBK. Proses renovasi yang dilakukan juga telah memenuhi kaidah-kaidah pelestarian bangunan cagar budaya.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge