0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Buruh Geruduk Keraton. Ada apa?

Ratusan buruh geruduk museum Keraton Surakarta, Sabtu (11/11) (foto: Rosyid)

Solo – Ratusan pekerja proyek revitalisasi Keraton Surakarta menggeruduk Museum Keraton, Sabtu (11/11). Mereka menanyakan upah yang seharusnya diterima setiap Sabtu sore.

“Kita cuma mau menanyakan kepastian upah kami,” kata salah satu pekerja revitalisasi, Eko Ariyanto.

Para pekerja resah soal upah lantaran Keraton ditutup sejak Jumat kemarin tanpa sebab yang jelas. Mereka sempat berkumpul di depan Museum, di kampung Gondorasan selama sekitar setengah jam.

Buruh yang jumlahnya mencapai sekira 200-an itu baru membubarkan diri setelah ada kepastian bahwa upah mereka akan dibayarkan sore hari.

“Jam empat tadi sudah kita terima,” kata dia.

Sebagai informasi, upah yang diterima tukang penggarap revitalisasi Keraton Surakarta bervariasi sesuai jenis pekerjaan. Nilainya antara Rp 65 – 75 Ribu per hari. Upah tersebut biasanya dibayarkan setiap Sabtu sepulang kerja.

“Jadi kita tidak punya maksud apa-apa. Cuma menanyakan kepastian saja,” kata dia.

Sementara itu, Pengageng Pariwisata Keraton Surakarta, KGPH Benowo mengaku tidak tahu-menahu soal peristiwa yang terjadi di Keraton pagi tadi. Namun ia menganggap keterlambatan pembayaran upah merupakan hal yang wajar dalam pengejaran proyek.

“Bisa saja memang karena uangnya belum cair atau belum sempat ambil uang ke bank. Bayangkan saja membayar upah ratusan orang uangnya berapa,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge