0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

EM Sutrisna Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) DR. Sofyan Anif, M.Si mengukuhkan Prof. DR. EM Sutrisna, dr. M.Kes sebagai Guru Besar (Gubes) UMS bidang Kedokteran (foto: Tyo Eka)

Sukoharjo – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) DR. Sofyan Anif, M.Si mengukuhkan Prof. DR. EM Sutrisna, dr. M.Kes sebagai Guru Besar (Gubes) UMS bidang Kedokteran pada Sidang Senat Terbuka di Auditorium UMS, Sabtu (11/11). Pengukuhan Prof. EM Sutrisna tersebut berarti, UMS melahirkan Gubes UMS ke-20.

Saat pengukuhan, Prof EM Sutrisna yang juga Dekan Fakultas Kedokteran UMS menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Personalized Medicine Sebagai Paradigma Baru Dalam Pengobatan.

“Personalized Medicine (PM) merupakan paradigma baru dalam pengobatan yang memiliki keuntungan bagi pasien maupun bagi sistem kesehatan ,” ungkap Sutrisna dalam pidato pengukuhannya.

Keuntungan bagi pasien, menurut Sutrisna, antara lain; Lebih cepat mendapatkan terapi yang optimal; Meningkatkan efikasi pengobatan; Meminimalisir harm/adverse drugs recation; Meningkatkan adherence/kepatuhan pasien; Mengurangi pemeriksaan tambahan; Meningkatkan kualitas hidup.

Sedang keuntungan Personalized Medicine bagi sistem kesehatan, antara lain, Menghemat secara ekonomi; Meminimalisir tuntutan hukum; Membantu mengendalikan keseluruhan biaya perawatan kesehatan.

Dengan konsep Personalized Medicine, kata Dekan Fakultas Kedokteran UMS, efikasi pengobatan dapat ditingkatkan. Hal ini karena dokter akan memilih obat dengan tepat, menentukan dosis dengan tepat sesuai genetik pasien.

Trial error akan diminimalisasi. Konsep one for all tidak lagi ada. Dengan menentukan jenis obat dan dosis obat sesuai genetik pasien maka akan meminimalkan munculnya efek samping, termasuk efek error.

“Dengan kata lain akan meminimalkan kejadian medical error, dimana kita tahu bahwa medical error merupakan salah satu sebab banyaknya tuntutan pasien kepada dokter,” jelasnya.

Dengan menggunakan konsep Personalized Medicine, lanjut Sutrisna, maka tuntutan/keluhan pasien kepada dokter akan berkurang dan sebaliknya tingkat kepuasan pasien kepada dokter akan bertambah. Penggunaan Personalized Medicine juga akan mengurangi biaya pengobatan akibat kegagalan pengobatan atau munculnya efek samping pada pasien yang diobati tanpa mempertimbangkan genetic orang tersebut.

“Diperkirakan Personalized Medicine akan menjadi keniscayaan dan keharusan,” tandas Sutrisna.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge