0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ribuan Ikan di WGM Mati, Petani Merugi

Bangkai ikan dikaramba jaring apung milik petani ikan Waduk Gajah Mungkur (dok.timlo.net/ist)

Wonogiri — Beberapa hari belakangan ini, ikan- ikan di karamba jaring apung di perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM) mengalami kematian massal hingga puluhan ton. Akibatnya, para petani ikan tersebut merugi jutaan rupiah.

“Jumlah ikan yang mati diperkirakan mencapai 10 ton. Sebagian besar dari karamba milik petani lokal, seperti karamba miliknya Pak Totok, Dwi, dan Roni. Kalau karamba milik PT Aquafarm malah tidak terlalu banyak,” kata Kepala Desa Sendang Kecamatan Wonogiri, Budi Hardono, Jumat (10/11).

Menurut dia, kerugian total para petani ditaksir mencapai Rp 230 Juta. Pasalnya, sebagian besar ikan yang mati sudah mencapai ukuran konsumsi, yakni berkisar 0,5-0,7 kilogram per ekor. Adapun harga ikan nila saat ini sekitar Rp 23.500-24.000 per kilogram.

Dia menyebutkan, bangkai ikan terpaksa dikubur di tepi Waduk Gajahmungkur. Sebab, ikan-ikan tersebut sudah membusuk sehingga tidak layak konsumsi. Sebenarnya, ada pabrik pembuatan tepung ikan di Cakaran, Desa Sendang, tapi karena jumlah ikan sangat banyak sehingga tak bisa menampung.

Dia menambahkan, kematian massal ikan berlangsung setiap tahun saat pergantian musim. Penyebab kematian ikan diduga karena beberapa faktor. Antara lain tinggi muka air (elevasi) Waduk Gajah Mungkur terlalu dangkal. Selain itu hujan yang turun tidak menentu menyebabkan kadar keasaman air menjadi tinggi.

“Mungkin saja, akibat pendangkalan itu kadar oksigen dalam air jadi berkurang,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge