0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mbah Atmo, Veteran Berusia Senja Jadi Teladan Anak Muda

Mbah Atmo (foto: Agung)

Sragen – Meski usianya hampir 100 tahun, namun Atmo Dimedjo Sardi (96) masih tetap kelihatan semangat. Warga Dukuh Karang RT 04, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen ini tercatat sebagai salah satu veteran yang pada tahun 1945 lalu ikut merebut kemerdekaan Indonesia.

Atmo Dimedjo atau biasa disapa Mbah Bayan oleh warga sekitar adalah saksi hidup bagaimana dulu para pejuang berhasil mengusir penjajah Belanda dan Jepang dari tanah air Indonesia. Dia juga dikenal masyarakat sebagai sosok yang pemberani, disiplin dan jujur saat menjalankan tugasnya demi mempertahankan kemerdekaan bangsa ini.

Jiwa perjuangannya masih berkobar dengan seringnya Mbah Atmo meneriakkan pekik merdeka. Meski penglihatan dan pendegaranya sudah berkurang namun ia masih sanggup mencangkul di sawah dan berkebun.

Bahkan lelaki kelahiran 19 Aagustus 1921 ini setiap malam aktif menjaga keamanan kampung untuk memastikan keamanan lingkungan.

“Kalau malam biasa ya keliling kampung sambang-sambang rumah dan tilik anak cucu (warga-Red). Saya pesen anak cucu harus selalu menjaga persatuan, kerukunan dan keamanan kampung,“ kata Mbah Atmo, Jumat (10/11).

Setelah tidak lagi berjuang, suami dari Sikem (alm) ini mengabdikan diri sebagai Bayan atau Kepala Dukuh Gading, Kecamatan Tanon selama hampir 30 tahun.

Salah satu warga, Andi menuturkan, sosok Mbah Atmo patut dijadikan contoh lantaran semangatnya masih membara hingga sekarang. Tiap malam dia aktif keliling kampung kendati jalannya harus pakai tongkat.

“Sering itu mas Mbah Bayan kalau malam masih sering sambang-sambang kampung pakai tongkat kayu kepala ular dan bawa senter. Beliau sering menceritakan pengalamannya waktu mengusir penjajah,” papar Andi.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge