0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peserta Ujian Perangkat Desa Protes, Ramai-ramai Geruduk Kecamatan

Peserta seleksi perangkat desa Kecamatan Teras, merasa hasil tes tidak transparan,mereka menuntut pihak panitia membuka dokumen ujian seleksi (foto: Nanin)

Boyolali – Merasa tidak adil, belasan peserta seleksi perangkat desa Kecamatan Teras, Boyolali, mendatangi kantor kecamatan. Mereka ingin bertemu dengan Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPT) Pendidikan Dasar, Luar Sekolah, yang sekaligus sebagai ketua panitia, Sri Puji Muryani. Sayangnya, sang ketua tidak hadir dalam pertemuan.

Belasan peserta seleksi perangkat desa tersebut, mengakui hasil seleksi dinilai tidak fair. Sehingga mereka nekat mendatangi kantor kecamatan untuk mencari keadilan. Selain itu, nilai tes seleksi jauh dari harapan peserta. Bahkan, beberapa peserta mendapat nilai 0.

Salah satunya, Saryono, mendaftar sebagai Sekretaris Desa. Salah satu nilai mata uji mendapatkan nilai nol. Bagi Suryono, nilai lima mata ujian seleksi sangat jauh dari perkiraan dan kemampuanya. Seperti misalnya, mata uji Pengetahuan pemerintah Desa hanya mendapat nilai 46 saja.

“Saya sejak tahun 2009 menjadi pendamping desa, saya paham betul mengenai pengetahuan desa, tapi nilai saya Cuma 46, ini kan sangat tidak masuk akal,” kata Suryonio, Jumat (11/10).

Suryono, mengaku merasa yakin bisa mengerjakan soal-soal ujian tersebut. Untuk menuntut keadilan, pihaknya meminta Ketua Panitia, Sri Puji Muryani, untuk membuka dokumen pelaksanaan tes tertulis. Bila memang jawabanya salah, pihaknya legowo.

“Saya yakin 90 persen jawaban saya benar,” imbuhnya.

Peserta lain, Sarmini,mengaku mendapatkan nilai nol untuk tiga ujian. Tiga mata ujian yang digelar di hari pertama, yaitu pengetahuan agama, Pancasila dan UUD 1945 beserta perubahannya serta Bahasa Indonesia.

“Lha masa satupun jawaban tidak ada yang benar, pasti ini ada apa-apanya,” ujarnya.

Selain meminta transparansi soal nilai ujian, peserta seleksi yang memprotes panitia, juga mencurigai hasil tes seleksi. Pasalnya, dari seluruh hasil tes untuk setiap jabatan yang hanya lulus satu peserta saja.

Sementara itu, Camat Teras, Dadar Hawantoro, tak bisa berbuat banyak. Dadar mengaku akan menyampaikan aspirasi peserta seleksi perangkat desa tersebut. Dalam seleksi perangkat desa ini, pihaknya hanya sebagai tim pengendali sehingga tidak bisa berbuat banyak.

“Kita sampaikan aspirasnya ke panitia,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge