0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dramatis, Evakuasi Kondektur Tewas

Petugas SAR memotong rangka bus untuk memudahkan mengeluarkan korban tewas di dalamnya (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Dibutuhkan waktu hingga empat jam lebih mengeluarkan korban tewas bus EKA nopol S 7361 US yang terjepit di dalamnya. Bus itu terpaksa dipindahkan ke area steril supaya pengangkatan tubuh korban tak menyebabkan macet berkepanjangan di lokasi kejadian.

“Mobil crane dan mobil derek didatangkan ke lokasi. Sebab, bus itu terperosok ke selokan. Setelah itu digeser ke timur pos Sroyo atau depan pabrik Sari Warna. Di sana lebih leluasa mengeluarkan korban. Ini lebih baik daripada melakukannya di lokasi yang pasti menambah parah kemacetan dari dua arah,” kata Wakabid Ops SAR Karanganyar, M Rasyid Al Fauzan kepada Timlo.net, Kamis (9/11).

Korban tewas merupakan kondektur bus EKA yang terjepit rangka bus bagian depan setelah menyenggol bak truk dan oleng ke kiri. Bus itu masih menggasak gerobak angkringan dan menyeruduk rumah warga sampai hancur.

“Baru selesai jam 09.30 WIB. Tubuh korban langsung dibawa ke RSUD Karanganyar oleh PMI. Yah, kira-kira butuh waktu empat jam lebih mengeluarkan tubuhnya yang terjepit di kepala, kaki dan perut. Beberapa rangka bus bagian depan dipotong,” katanya.

Kanit Laka Satlantas Polres Karanganyar Iptu Sutarno menduga kecelakaan itu dipicu kelalaian sopir.

“Ia mengaku mengantuk,” katanya, menguraikan pengakuan sopir bus EKA bernama Ari Irwansyah (32) asal Dukuh Kwali Rt 01/Rw VII Kebondalem Bawang Banjarnegara.

Bus berpenumpang lima orang itu melaju dari Surabaya ke Yogjakarta atau utara ke selatan. Sedangkan truk yang ditabraknya dalam posisi berhenti. Sopir truk asal Kedungwungu, Sidotopo Wetan, Surabaya, Mugiyanto (32) sedang mengganti ban yang pecah.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge