0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dianggap Bawa Berkah, Pencairan PKH Dibarengkan Jokowi Mantu

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam penyaluran bansos PKH di Kecamatan Kalijambe, Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen  – Bantuan sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH) tahap keempat diserahkan untuk pertama kalinya tidak pada awal bulan. Kementerian Sosial sengaja memilih tanggal 8 November untuk menyerahkan pencairan PKH lantaran dinilai membawa barokah bagi penerimanya.

“Kenapa kita ambil tanggal 8 November, karena saya dan tim waktu itu sudah hitung-hitung kalau Pak Jokowi ambil 8 November itu hari untuk mantu. Semoga ini membawa barokah,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Rabu (8/11).

Saat menghadiri acara Penyerahan Bantuan non-Tunai PKH dan Wisuda Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Balai Desa Jetis Karangpung, Kecamatan Kalijambe, Sragen Khofifah menyampaikan, pencairan yang sama juga dilakukan oleh daerah lain di Indoensia. Diharapkan dalam tiga minggu ke depan pencairan tahap empat bulan November ini sudah tuntas untuk enam juta KPM.

Jumlah tersebut pada tahun depan bakal ditingkatkan menjadi 10 juta. Sedangkan nilai bantuan sosial sendiri sebesar Rp 1.890.000  yang pencairannya dalam empat tahap, Januari, Mei, Agustus dan November. Tahap satu sampai tiga sebesar Rp 500.000 dan tahap empat sebesar Rp 390.000.

Menurut Khofifah, pihaknya merangkul sejumlah bank dalam penyaluran bantuan PKH ini kepada KPM. Sementara yang diwisuda sebanyak 400 ribu per tahun yang sudah mandiri.

“Kalau sudah mandiri nanti bantuannya beda. Seperti permodalan, skil, akses pasar. Tapi kalau PKH bantuannya masih berupa uang,” terang Khofifah.

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan penyerahan bantuan sosial ini diharapkan bermanfaat buat warga Sragen  dalam mengentaskan kemiskinan. Sragen termasuk 15 daerah yang masuk dalam zona kemiskinan di Jawa Tengah.

“Tahun 2016 ada 14,38 persen. Memang ada penurunan signifikan, tapi masih tinggi dibanding rata rata nasional,” katanya.

Yuni menambahkan, bank-bank yang bekerjasama dengan Kemensos dalam penyaluran PKH diharapkan bisa kerjasama dan melirik potensi di BUMDes dan Warung Desa yang saat ini sedang digalakkan di Kabupaten Sragen.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge