0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menristekdikti: Banyak Seni Budaya Kurang Perhatian

Menristekdikti Mohammad Nasir  saat berkunjung di kampus ISI Surakarta (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Saat ini banyak jenis seni budaya bangsa kita yang kurang memperoleh perhatian, sehingga sebagian menjadi semakin kurang terdengar, bahkan tergerus oleh seni budaya pop yang instan (akibat globalisasi). Dewasa ini, telah banyak terjadinya pergeseran nilai-nilai tatanan seni, budaya, bahkan sosial dalam masyarakat yang tidak dapat dihindarkan lagi. Semakin maraknya seni budaya kekerasan, apatisme, intoleransi antar sesama, suku, etnis, agama, dan hukum sekalipun.

“Dampak negatif ini tentu amat mengkhawatirkan, bila tidak ada upaya nyata kita dalam penganggulangannya,” ungkap Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir dalam rangka Hari Wayang Dunia ke-3 saat berkunjung di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Indonesia, Kentingan, Solo, Rabu (8/11).

Sebetulnya, menurut Nasir, menjaga keutuhan seni budaya bukanlah suatu tindakan sentimentalitas, bukan tindakan nostalgia, melainkan lebih merupakan tindakan manusia untuk menjaga integritas peradaban itu sendiri (mewujudkan jati diri).

“Karena itu, saya percaya bila kita terus melestarikan nilai seni budaya bangsa di era globalisasi ini, maka Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang besar, bangsa yang berjati diri, maju, dan mandiri,” ujarnya.

Dalam artian, lanjut Menristekdikti, kita sebagai masyarakat berpendidikan tinggi tentu harus peduli atas upaya untuk meningkatkan kemajuan IPTEK sebagai daya saing bangsa dalam menghadapi persaingan global.

“Namun dalam penguasaan, pengembangan, dan pendayagunaannya harus senantiasa berada dalam nilai-nilai luhur seni dan budaya bangsa,” jelasnya.

Terkait wayang, Nasir mengemukakan, wayang adalah kebudayaan tertua dan asli dari Indonesia yang dikenal sejak tahun 1500 SM. Dalam sejarah perkembangannya, wayang hadir melalui berbagai bentuk, ukuran, dan medium, termasuk dalam bentuk gulungan gambar, kulit, kayu, dan topeng.

“Wayang juga telah ditetapkan sebagai warisan pusaka dunia dari Indonesia pada tanggal 7 November 2003 oleh UNESCO,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge