0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Kelemahan Pengembangan UMKM

Pelaku ekonomi, David berbicara UMKM (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo Baru — Ekonom dan pelaku ekonomi berbicara Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di era pasar global,  di  Solo Baru, Rabu (8/11). Pembicara terkait pembahasan tersebut digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

“Diantara yang berbicara Ketua Asmindo Surakarta David R. Wijaya, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UMS Farid Wajdi, ekonom UMS Anton A Setyawan, dan Kussudyarsana,” ungkap Panitia Ihwan Susila kepada wartawan, di sela-sela acara.

Pada kesempatan itu, pelaku ekonomi David, mengemukakan, halangan peningkatan kompetitif dan daya saing Usaha Kecil Menengah (UKM) bersumber pada rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), meliputi kompetensi, ketrampilan, etos kerja, karakter, kesadaran mutu, standardisasi produk dan kualitas pelayanan, kewirausahaan dan manajerial.

 “Selain itu, menyangkut teknik produksi, pengembangan produk, engineering design, quality control, manajemen organisasi bisnis, accounting, data processing, teknik pemasaran dan kajian pasar,” jelasnya.

Semua karakteristik itu, menurut Ketua Asmindo Surakarta, untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja daya saing UKM dalam hal kualitas produk, peningkatkan efisiensi dan produktiviti, perluasan pangsa pasar dan usaha menembus pasar baru.

Sementara itu, ekonom UMS Anton mengemukakan, permasalahan umum adalah UMKM sebagai sebuah organisasi bisnis mempunyai keunggulan yaitu daya tahan dan fleksibilitas. UMKM juga mempunyai keunggulan dari sisi daya serap tenaga kerja yang tinggi.

“Kelemahan UMKM adalah pada SDM, permodalan dan akses pasar,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge