0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mirip di Film, TNI AL Kejar Speedboat Pembawa Miras dan Rokok Ilegal

TNI AL kejar pengemudi dua speedboat di Sungai Siak (merdeka.com)

Timlo.net —  Tim Gabungan WFQR Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang terdiri dari Koarmabar, Guskamla, Lantamal I, Lantamal IV dan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai terlibat aksi kejar-kejaran dengan pengemudi dua speedboat. Meski berhasil menangkap dua speed itu, namun pengemudinya kabur.

“Dua Speedboat itu membawa minuman keras dan rokok yang diduga tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Saat itu, tim kami lagi patroli di perairan Sungai Siak Kecil, Kabupaten Siak dan melihat kedua Speedboat itu‎,” ujar Komandan Pangkalan Angkatan Laut, Kolonel Yose Aldino, Selasa (7/11).

Menurut Yose, keberhasilan penangkapan dua buah Speedboat pembawa barang Ilegal tersebut bermula dengan adanya informasi awal tentang adanya Speedboat yang sedang memuat barang ilegal di pelabuhan Jurong Port Singapura.

Tim berkoordinasi dengan Intelijen Armabar, Guskamla, Lantamal I dan Lantamal IV. Kemudian dibuat analisa target, dan rencana penyekatan di beberapa titik yang dimungkinkan akan menjadi jalur masuk Speed tersebut.

Selanjutnya, dilakukan penyekatan yaitu Tim Lanal Dumai menggunakan 3 Patkamla, Patkamla Jemur, Patkamla Buser dan Patkamla Selat Panjang, melakukan penyekatan di jalur perairan sungai Siak Besar dan sungai Siak Kecil serta di perairan Tembilahan.

“Sedangkan Tim Guskamlabar mengerahkan KRI Wiratno melakukan penyekatan di Muara sungai Tembilahan, dan Tim Lantamal IV menyekat di Selat Riau dengan menggunakan KAL Marapas, Tim Lanal Batam dengan menggunakan Combat Boat di perairan Pulau Nipah,” kata Yose.

Pada Minggu (5/11), pukul 16.30 WIB, seluruh Tim Patroli Keamanan Laut (Patkamla) telah standby di wilayah perairan yang diduga akan dilintasi oleh Speedboat pembawa barang Ilegal, serta membagi kekuatan menjadi dua, yaitu Tim Darat dan Tim Laut.

Keesokan harinya, Senin (6/11), sekitar pukul 01.10 WIB dinihari, diperoleh informasi dari Tim darat bahwa di wilayah perairan sungai Siak kecil terdapat pergerakan yang mencurigakan. Selanjutnya 2 unsur cepat yaitu Patkamla Buser dan Patkamla Medan mengejar sasaran.

Kemudian Tim mengejar dua buah Speedboat yang berjalan beriringan depan belakang. Pada saat itu pelaku menyadari bahwa ada kapal patroli Lanal Dumai mengejar mereka, selanjutnya Speedboat yang berada di depan segera menambah kecepatan kemudian lari masuk ke arah hulu sungai Siak Kecil.

“Speedboat yang kedua karena bergerak dengan menggunakan 1 mesin untuk mengurangi suara dan pola senyap terlambat menambah kecepatan dan gugup karena patroli Lanal Dumai langsung membuka tembakan ke udara secara beruntun,” kata Yose.

Akhirnya Speedboat yang kedua disosorkan oleh pelaku ke tepi sungai Siak Kecil di antara pohon-pohon nipah, untuk selanjutnya tekong dan 2 ABK, dilihat secara silhouette, lompat masuk ke rawa-rawa pohon nipah.

Setelah dilakukan pengejaran terhadap pelaku, petugas tidak berhasil menemukan pelaku tersebut dan kehilangan jejak. Namun, Speedboat berhasil diamankan beserta muatan dibawa menuju ke Posal Bengkalis dan dikawal oleh Patkamla Medan.

Untuk satu truck box juga diamankan karena diduga akan dijadikan sarana untuk mengangkut barang ilegal tersebut. Lolosnya satu buah Speedboat yang masuk menuju ke hulu sungai Siak Kecil kemudian dilakukan pencarian dan pengejaran oleh unsur Patkamla Buser.

“Lalu pada pukul 06.15 WIB, Speed kedua telah berhasil ditemukan dan ditangkap di wilayah perairan Sungai Siak, tepatnya di jembatan Siak 4 dalam kondisi kandas duduk di atas rumput sungai Siak Kecil. Muatannya berupa rokok, tanpa ABK atau Crew, diduga crew sudah kabur ke darat,” jelasnya.

Keberhasilan Tim dalam melaksanakan penangkapan terhadap kedua Speedboat tersebut berkat kerjasama dan kerja keras dari seluruh personel yang terlibat dalam Tim gabungan.

[ded]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge