0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sehari Sebelum Pernikahan Kahiyang, JK dan Sejumlah Menteri Kunjungi ATMI

Wapres Jusuf Kalla saat mengunjungi Kampus ATMI (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Di sela kunjungannya ke Solo untuk menjadi saksi pernikahan Kahiyang Ayu – Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyempatkan diri menyambangi Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Solo, Selasa (7/11). Pria yang akrab disapa JK itu meninjau kampus ATMI di Jalan Mojo No 1, Karangasem, Laweyan yang merupakan bengkel praktek sekaligus teaching factory milik ATMI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak JK sudah menyempatkan diri untuk mengunjungi kami,” kata Ketua Yayasan Karya Bakti Surakarta yang menaungi ATMI, Romo Markus saat membuka sambutannya.

Dalam kunjungan tersebut, JK didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Hanif Dhakiri, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir. Mereka meninjau hampir semua bagian kampus ATMI. Terutama di tempat-tempat praktek mahasiswa.

Rombongan masuk melalui Bengkel Praktek Mahasiswa tingkat 2 lalu menuju Bengkel Praktek Mahasiswa tingkat 3. Selanjutnya, JK bersama tiga menteri berturut-turut meninjau area Machine Development Center (MDC), PT ATMI-IGI Center, Fitting Work, dan Metal Sheet Fabrication. Semua bagian tersebut merupakan pabrik yang dikelola ATMI untuk mendanai operasional kampus sekaligus tempat praktek mahasiswanya.

Kunjungan diakhiri dengan pertemuan di aula. Di acara tersebut, ATMI secara terbuka meminta dukungan dari Pemerintah untuk meningkatkan diri dalam segala bidang. Baik kuantitas lulusan maupun kualitasnya. Markus menyatakan pihaknya siap mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo yang mendorong tumbuhnya pendidikan vokasi.

“Dari pengalaman kami selama hampir 50 tahun, pendidikan vokasional terbukti bisa mencetak generasi muda yang memiliki harga diri karena mereka memiliki keterampilan,” kata Markus.

JK pun mengakui posisi vital institusi pendidikan vokasi seperti ATMI. Apalagi, menurut JK, saat ini Indonesia tengah kekurangan tenaga terampil untuk mengisi kekosongan di sektor industri. Ia mencontohkan beberapa waktu lalu saat mengunjungi Jawa Timur ia mendapat informasi bahwa permintaan tenaga kerja dari sektor industri mencapai 7 ribu orang. Sayangnya, permintaan tersebui tak bisa terpenuhi karena minimnya tenaga terampil yang memenuhi syarat.

“Penduduk kita banyak. Tapi yang terampil sedikit. Makanya, institusi semacam ATMI ini harus terus didukung,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge