0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari Wayang Dunia Diperingati di ISI Solo, Ini Acaranya

Peringatan Hari Wayang Dunia di ISI Solo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Hari Wayang Dunia adalah suatu peristiwa  penting bagi kita semua. Hari yang mengingatkan kepada kita semua atas prestasi puncak seni budaya bangsa Indonesia yang kemudian memperoleh pengakuan dunia oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda sejak 14 tahun lalu.

“Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta terpanggil untuk merayakannya setiap tahun. Dan hari ini adalah perayaan yang ketiga sejak dideklarasikannya Wayang Sebagai Warisan Budaya Tak Benda, tanggal 7 Nopember 2003,” ungkap Rektor ISI Surakarta Dr Guntu,r saat Pembukaan Peringatan Hari Wayang Dunia (HWD) III, di Kampus ISI Surakarta, Kentingan Solo, Selasa (7/11). Hari Wayang Dunia kali ini dibuka oleh Inspektur Jenderal Kemenristekdikti Prof Dr Jamal Wiwoho SH MHum.

Guntur mengatakan, bagi ISI Surakarta, HWD merupakan momen di mana segenap sivitas akademika melakukan proses pembelajaran  dan sekaligus menunjukkan hasil dari proses itu dalam suatu pergelaran dan pameran wayang. Dalam paradigma penelitian artistik, mengkonsepsikan bahwa seniman adalah peneliti, proses kreatif adalah proses penelitian, karya seni adalah hasil penelitian, dan pergelaran adalah publikasi.

“Sebuah metodologi penelitian penciptaan seni yang sedang dirintis dan dikembangkan oleh ISI Surakarta. Semoga hal ini menjadi bagian dari terobosan Kemenristekdikti,” uHari Wayang Dunia, kata Rektor ISI Surakarta,  juga menjadi momen “back to campus” di mana alumni kembali menengok institusi seraya menunjukkan prestasi setelah berhasil melakukan pengembaraan dan pengembangan diri dalam dunia seni. “Pada saat yang bersamaan pergelaran para dalang kondang menjadi asupan nutrisi dalam membentuk kompetensi mahasiswa di perguruan tinggi ini,” ujarnya.

Hari Wayang Dunia ini, menurut Guntur, juga menjadi momentum dimana dosen, mahasiswa, dan almuni ISI Surakarta bekerjasama dengan Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah seperti Kota Surakarta,  Kaputen Karanganyar, Kabupaten Semarang, tokoh-tokoh seni, dan masyarakat pecinta seni berbaur bersama dan bergotong royong mendedikasikan dan mengabdikan diri untuk seni.

“Sebuah proses pembelajaran yang kompleks, tidak hanya semata-mata terkait dengan substansi keilmuan seni, dalam hal ini ilmu pedalangan, tetapi juga dimensi sinergis dan konektifnya dengan kreativitas,  inovasi, manajemen, komunikasi, dan publikasi seni,” ungkapnya.

Peringatan Hari Wayang Dunia ke III tahun 2017, ISI Surakarta menggelar rangkaian yang berlangsung tanggal 7 – 9 Nopember 2017, diantaranya Lomba Mewarnai dan Menggambar Tokoh Wayang untuk kategori TK dan SD, Pagelaran Wayang, Pameran Wayang-Wayang Lawas  Koleksi Para Dalang, Pameran Buku Wayang, dan sebagainya.

“Tema kali ini Wayang dan Penguatan Kebhinnekaan Bangsa,” jelas Ketua Panitia I Hari Wayang Dunia III, Dr Sugeng Nugroho SKar MSn

……Keterangan Foto : Saat Inspektur Jenderal Kemenristekdikti Prof. Dr. Jamal Wiwoho membuka Hari Wayang Dunia ke III disaksikan Rektor ISI Surakarta Dr. Guntur.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge